Puasa Arafah adalah Puasa Sebelum Hari Raya

119 views

Puasa Arafah adalah Puasa Sebelum Hari Raya

Puasa Arafah adalah Puasa Sebelum Hari Raya. Dalam Islam, puasa merupakan Ibadah yang disyariatkan untuk menasakh (mengganti) syariat-syariat lama. Pada zaman nabi-nabi sebelum Islam datang, puasa merupakan ibadah yang sudah kaprah dilakukan. Namun, dengan datangnya Islam, pola dan bentuk puasa yang dulu ada diganti dengan bentuk dan pola yang Islami. Hal ini dijelasakan di dalam al-Quran surat Al-Baqarah ayat 187 yang berbunyi:

ياأيها الذين أمنو كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون()

Imam Maturidzi telah menjelaskan mengenai ayat ini di dalam tafsirnya bahwa Allah telah mensyariatkan ibadah puasa kepada kita semua orang-orang mukmin seperti halnya Allah telah mensyariatkannya juga pada kaum sebelum kita. Dalam hal ini, berarti ibadah puasa sendiri sebenarnya sudah ada sejak zaman sebelum Islam datang (tafsir al-Quran al-Musamma bi tawiilati ahli as-Sunnah, jild I, hal. 154)

Ibadah puasa ada yang hukumnya wajib seperti puasa Ramadhan, nadzar dan lain sebagainya. Adapun puasa sunnah dan dianjurkan (muakkadah) seperti ibadah puasa Arafah, puasa Asyura dan puasa setiap tiga hari setiap bulannya atau yang disebut puasa yaum al-Beidh, dan masih banyak lagi jenis puasa yang dianjurkan dalam Islam.

Puasa Arafah sendiri merupakan puasa yang dijalankan pada hari ke Sembilan bulan Dzulhijjah bertepatan dengan qurban. Pengertian qurban adalah hari raya yang dahulunya dimulai oleh Nabi Ibrahim dengan Ismail. Puasa ini sangat dianjurkan bagi orang mukmin yang sedang tidak menjalankan ibadah haji.

Seperti yang dijelaskan oleh Imam Sayyid Sabiq dalam karyanya Fiqh as-Sunnah bahwa Nabi Muammad Saw. tidak berpuasa saat wuquf di Arafah. Bahkan, Nabi melarang puasa Arafah bagi orang yang menjalani Ibadah Haji. Hal ini dimaksudkan agar para jamaah haji lebih optimal dalam menjalankan sholat dan berdzikir. Sedangkan bagi orang yang tidak melakukan haji, puasa ini sangat dianjurkan. (Fiqh as-Sunnah Jld.I, 497)

Dengan menjalani puasa Arafah diharapkan bisa mendapatkan keutamaannya yang agung. Di antara hadis yang menjelaskan keutaman puasa arafah adalah sebagai berikut:

عن قتادة (ض) قال قال رسول الله (ص):  صيام يوم عرفة احتسب على الله أن يكفر السنة التى قبله و السنة التى بعده وصيام عاشوراء أحتسب على الله أن يكفر السنة قبله

Diriwayatkan oleh qatadah nabi Saw. bersabda: Puasa arafah akan diberikan keutamaan berupa penghapusan dosa tahun sebelum dan sedudahnya. Adapun puasa As-Syurah hanya akan di hapuskan dosanya tahun sebelumnya. (HR.Muslim no. 1162)

Hadis lain mengatakan:

ما من عبد يصوم صوما في سبيل الله إلا باعد الله بذالك اليوم وجهه عن النار سبعين خريفا

Tidak ada seorang hamba yang berpuasa di jalan Allah kecuali telah dijauhkan mukanya dari api neraka di hari tersebut selama tujuh puluh musim. (HR. Bukhari no. 2850, dan Muslim No. 1153)

Mengenai keutamaaan ini, ada beberapa pendapat ulama yang berbeda-beda. Jika dilihat dari konteks hadis di atas pengampunan yang diberikan Allah bersifat umum. Mencakup dosa besar dan dosa kecil. Pendapat ini dibenarkan oleh ibnu Taimiyyah dalam kitabnya Majmu al-fatawa (jld.VIII, 498). Sedangkan ulama lain mengatakan, seandainya pengampunan ini tidak mencakup dosa kecil, maka dosa besar yang diperingan, atau jika tidak, Allah akan meninggikan derajatnya. Pendapat ini sesuai dengan apa yang dikatakan Imam Nawawi dalam syarh kitab Shahih Muslim (jld. VIII, 51).

Untuk hukumnya sendiri puasa ini sangat disunnahkan (sunnah muakkadah), bagi yang tidak berwukuf di Arafah seperti perkataan Imam Sayyid As-Sabiq dalam kitab Fiqh as-Sunnah di atas. Pendapat ini disepakati oleh imam syafii dan ulama-ulama syafiiyah. Seperti yang diungkapkan imam Nawawi dalam kitab Al-Majmunya. (6/428).

Dalam menjalani ibadah puasa, ada beberapa hikmah yang bisa kita ambil. Di antaranya adalah kita diajarkan untuk peduli dengan sesama. Dengan melakukan ibadah puasa Arafah ini, kita belajar merasakan masyaqah para jamaah haji yang sedang berwukuf di Arafah. Di mana saat tanggal 9 dzulhijjah Allah telah menyediakan banyak sekali anugerah. Melalui wukuf ini diharapkan para jamaah haji mampu mengoptimalkan konsentrasinya untuk bermunajat kepada Allah melalui ibadah sholat dan berdzikir.

Gambar Gravatar
Website Dakwah Muslimah Menerima Tulisan Dakwah Baik Fiksi maupun Non Fiksi  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *