Satelit yang Bisa Ditangkap di Indonesia

11 views

Satelit yang Bisa Ditangkap di Indonesia

Satelit yang bisa ditangkap di Indonesia dan beredar secara bebas saat ini cukup banyak. Semuanya memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing. Satelit sudah mengudara sejak tahun 1976 yakni Palapa A1 sebagai peluncuran pertama. Hingga tepatnya tahun 1983 resmi memulai operasinya.

Pengertian Satelit

Satelit sendiri merupakan benda langit yang tidak ada sumber cahaya sendiri. Bergerak mengelilingi planet dan punya beredar sesuai masa revolusi serta rotasi tertentu. Di dunia ini ada 2 macam satelit, yakni alam dan buatan.

Keduanya punya fungsi sama namun manfaat berbeda baik secara pergerakan maupun masa orbitnya. Satelit alam sendiri merupakan benda-benda ada di luar angkasa dan bukan berasal dari buatan manusia. Contohnya adalah bulan yang merupakan bentuk satelit dari bumi.

Karena bergerak dalam ruang hampa, benda-benda langit, meteor, planet bahkan bintang pun tidak akan mempengaruhi rotasinya. Oleh karena itu kenali macam-macam satelit alam dan buatan berikut:

Satelit Buatan

  • Satelit navigasi
  • Satelit geodesi
  • Satelit Komunikasi
  • Satelit meteorology
  • Satelit Penelitian
  • Satelit Militer
  • Satelit Survei Sumber Daya Alam

Contoh Satelit Alam

  • Ganymede
  • Satelit IO ( Planet Jupiter)
  • Satelit Titan (Saturnus)
  • Callisto
  • Bulan (Bumi)

Fungsi Satelit Alam Maupun Buatan

  • Mengontrol perputaran siklus air laut
  • Menyeimbangkan pasang surut air laut
  • Penerangan pada waktu malam hari
  • Melindungi planet dari benturan benda langit
  • Mengontrol kecepatan rotasi pada planet

Daftar Peluncuran Satelit yang Bisa Ditangkap di Indonesia

Saya masih ingat salah satu orang yang jual parabola Semarang. Waktu itu, ia bercerita bahwa sejak dahulu negara Indonesia sudah punya banyak jenis satelit. Manfaat dan kegunaannya macam-macam, sebagai sinyal maupun memantau pergerakan. Jangan salah teknologi Indonesia juga tak kalah dengan milik orang lain. Inilah beberapa daftar satelit berhasil mengudara dan melaksanakan tugasnya:

  1. Satelit Palapa A1

Satelit pertama milik Indonesia adalah Palapa A1. Meluncur pada tanggal 8 Juli 1976 oleh Perumtel. Namun baru beroperasi pada tanggal 9 Juli 1976 sampai tahun 1983. Dengan desain yang canggih pada masanya Palapa membawa sebuah misi khusus, yakni mengkonsentrasikan sinyal pada seluruh wilayah.

Bukan hanya berguna untuk memperbaiki kualitas sinyal Negara Indonesia saja, melainkan juga negara tetangga seperti Malaysia, Philipina, Thailand, serta Singapura. Satelit ini mampu beroperasi hingga 7 tahun lamanya. Fakta unik nama Palapa ternyata adalah pemberian dari Soeharto pada bulan Juli 1975.

  1. Satelit Palapa A2

Kemudian lanjut ke satelit selanjutnya yakni Palapa A2. Pada tanggal 10 Maret 1977 Palapa A2 resmi meluncur dan beroperasi sejak 11 Maret 1977 di orbit 77 BT. Namun hanya bertahan selama 4 tahun saja, tepatnya pada Januari 1988 satelit ini berhenti dan melewati masa operasionalnya.

Sama halnya dengan Satelit Palapa A1, jenis A2 juga mempunyai spesifikasi desain khusus, teknis paling baik sehingga mampu mengkonsentrasikan kekuatan sinyalnya pada seluruh kepulauan Indonesia. Sebenarnya A2 adalah cadangan jika Palapa A1 punya masalah dan mengalami kegagalan.

  1. Satelit Palapa Pasifik B1

Satelit Palapa Pasifik B1 ini, sudah meluncur pada tanggal 18 Juni 1983. Kemudian PT Pasifik Satelit justru mengambil alihnya tepatnya di tahun 1991. Hingga akhirnya Palapa Pasifik hanya bertahan dan berfungsi sampai bulan Oktober 1995 saja. Padahal prediksinya bisa sampai 7 tahun lamanya.

Banyak orang mungkin lebih sering menyebutnya dengan Palapa B1. Namun semenjak sudah ambil alih oleh aliansi dari Satelindo, PT Pasifik Satelit Nusantara. Sebagai informasi tambahan saja jika satelit ini meluncur menggunakan pesawat ulang-alik oleh pengelolanya yakni perumental.

  1. Satelit Palapa B2

Pada tanggal 3 Februari 1984 Indonesia juga pernah meluncurkan sebuah satelit baru lanjutan dari Palapa B1, yakni B2. Namun sayangnya mengalami kegagalan dalam peluncurannya dan berhasil mengudara setelah percobaan ulang pada tahun 1990. Percobaan ini sukses karena adanya perbaikan oleh Sattel Technologies.

Bentuk spesifikasi dari Satelit Palapa B2 memang lebih bagus dan canggih. Dengan diameter 7 kaki 1 inci serta tinggi 9 kaki 4 inci mampu menjadi sebuah tempat mendorong bertambah kuatnya sinyal menyebar ke seluruh penjuru Nusantara bahkan juga sampai negara ASEAN lainnya, salah satunya Papua Nugini.

  1. Satelit Palapa B2P

Kemudian ada juga satelit Palapa B2P berhasil mengudara pada tanggal 20 Maret 1987. Berbeda dengan sebelumnya khusus satu ini kendalinya ada pada perusahaan milik Indonesia yang berlokasi di daerah Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor. sekarang bernama PT Telkom.

Satelit inilah yang membuat siaran televisi serta radio pada masa itu menjadi lancar dan bisa dinikmati warga Indonesia walaupun belum semuanya. Jenis misinya memang untuk komunikasi bukan hal lainnya lagi. Tempat peluncuran B2P adalah Cape Canaveral Amerika Serikat dan kontak terakhirnya pada Januari 1998.

  1. Satelit Palapa B2R

Ada juga satelit Palapa B2R yang meluncur pada tanggal 13 April 1990 dan last misinya tepat pada tahun 2000. Setelah berakhir satelit ini tidak kembali ke Indonesia melainkan berganti kepemilikan oleh operator Amerika Serikat. Namun sebenarnya satelit ini sudah orbit lebih dari 7 tahun lamanya.

Masih banyak lagi jenis-jenis satelit berhasil meluncur dan orbit di Indonesia. Semuanya memberikan manfaat dan fungsinya masing-masing. Namun apakah fungsinya hanya untuk memperlancar sinyal saja. Di bawah ini ada penjelasan mengenai macam-macam dan juga fungsinya .

Sampai saat ini sebenarnya masih ada banyak satelit luar angkasa. Semuanya berasal dari banyak negara dan memiliki kegunaan masing-masing. Sekian pembahasan tentang satelit yang bisa ditangkap di Indonesia, semoga bermanfaat.

 

Galeri untuk Satelit yang Bisa Ditangkap di Indonesia

Gambar Gravatar
Website Dakwah Muslimah Menerima Tulisan Dakwah Baik Fiksi maupun Non Fiksi  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *