Maksud Jazakallah ketika Diucapkan

Maksud Jazakallah Ketika diucapkan

Maksud Jazakallah ketika diucapkan untuk berterima kasih kepada orang yang telah melakukan kebaikan. Selain itu sebagai hadiah doa agar Allah senantiasa membalas semua kebaikan yang telah dilakukan orang tersebut kepada kita.

Tentu saja kita tidak bisa melupakan orang yang telah berbuat kebaikan kepada kita dan membalas kebaikannya tersebut. Jika kita tidak mampu memberikan balasan apa-apa, maka setidaknya kita harus memberikan ucapan doa agar kebaikannya dibalas oleh Allah SWT.

Lafadz Jazakallah artinya “semoga Allah membalasmu” dan ucapan kalimat ini masih belum lengkap dan hanya sebagai lafadz pembuka. Sedangkan kalimat lengkapnya adalah Jazakumullah Khairan Katsiran yang artinya “semoga Allah membalasmu dengan kebaikan yang banyak”.

Tentu saja tidak tepat jika hanya mengucapkan lafadz Jazakallah saja karena ucapan terima kasih ini perlu dilengkapi agar memiliki tujuan yang lebih detail. Para ahli hadist sangat menganjurkan agar umat Islam mengatakan kalimat ini secara lengkap sesuai dengan hadist Rosulullah Saw.

Usamah bin Zaid berkata: “Rosulullah SAW bersabda ‘barangsiapa dibuatkan kepadanya kebaikan, lalu dia mengatakan, Jazakallahu Khairan, maka sungguh dia telah benar-benar meninggikan pujian”. HR.Tirmidzi dan dishahihkan Al Albani pada kitab shahih Al Jami’ 6368.

Dari hadist tersebut kita bisa melihat bahwa Rosulullah menganjurkan untuk mengucapkan kalimat Jazakallahu Khairan. Maka kurang tepat bagi kita jika hanya menyingkat kalimatnya dengan kalimat Jazakallahu saja dan tidak menambahkan satu kalimat lagi yaitu Khairan.

Jika ingin mengucapkan rasa terima kasih dengan kalimat yang lebih pendek atau singkat, sebaiknya menggunakan kalimat Syukron. Tentu saja kalimat Syukron lebih singkat karena artinya terima kasih dan lebih tepat karena maksud Jazakallah kurang jelas tujuan kalimatnya.

Namun karena ucapan Syukron tidak memiliki nilai atau doa dan hanya sebatas kalimat terima kasih saja, maka kurang Afdhol. Tentu saja lebih utama jika kita berterima kasih sambil memberikan balasan dan minimal mendoakan dengan ucapan Jazakallahu Khairan Katsiran.

Sahabat Kartun Muslimah, karena ucapan Jazakallahu Khairan sudah disebutkan dalam hadist, berarti memang sebuah ucapan terima kasih yang sangat penting walaupun termasuk ibadah muamalah. Karena jika kita tidak berterima kasih dan tidak membalas kebaikan seseorang, maka bisa termasuk kufur nikmat.

Rosulullah ingin mengajarkan kepada umatnya agar selalu menjadi orang yang tahu diri dan balas budi kepada orang lain. Hal ini juga termasuk salah satu bentuk rasa kasih sayang kepada manusia sehingga bisa tercipta kerukunan yang berlandaskan saling memberi dan menerima.

Karena dalam masalah bersyukur dan berterima kasih, sangat dianjurkan dalam agama Islam sesuai dengan firman Allah dalam Al Qur’an surat Ibrahim ayat 7. Dalam ayat ini, Allah akan menambahkan nikmat kepada orang yang bersyukur dan memberi adzab yang kufur nikmat.

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambahkan (nikmat) kepadamu, namun jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti adzab-Ku sangat berat”. Surat Ibrahim ayat 7.

Dari ayat ini kita bisa memetik pelajaran bahwa antara bersyukur dan kufur nikmat memiliki akibat positif dan negatif dalam kehidupan kita. Sebagai seorang Muslim yang baik, tentu saja kita harus selalu bersyukur atas nikmat Allah dan juga membalas budi atas kebaikan orang lain.

Karena itulah kita harus berhati-hati dan memilih kalimat yang jelas dalam mengucapkan terima kasih kepada orang yang berbuat baik. Jika maksud Jazakallah digunakan dengan tujuan yang baik sebagai ucapan singkat terima kasih serta memberikan doa yang postitif, maka sudah benar.

Namun penggunaan kalimat Jazakallah yang singkat tentu saja digunakan hanya kepada teman karib atau orang terdekat saja. Hal ini tentu saja bisa memiliki makna yang bisa disalahartikan jika diucapkan pada orang yang baru dikenal atau kepada teman yang kurang akrab atau familiar.

Asal Kalimat Jazakallah

Pada dasarnya kalimat Jazakallah terdiri dari 3 suku kata yaitu Jaza-Ka-Allah yang memiliki arti dan makna yang berbeda-beda. Kata Jaza artinya adalah balasan yang bermanfaat, cukup memadai atau pantas, dan bisa juga mengandung makna negatif tergantung kalimat sesudahnya.

Sedangkan kata Ka artinya adalah kamu dan penggunannya hanya kepada satu orang atau besifat tunggal. Lafadz Allah sebagai Tuhan semesta alam yang maha kaya serta pemurah dan sebagai tempat tujuan untuk meminta dan memohon agar bisa mengabulkan doa yang kita ucapkan.

Kata Jaza berasal dari Jaza-Yajzi-Jaza’ yang memiliki arti lebih jelasnya adalah balasan yang senilai atau seimbang. Kalimat Jaza disebutkan sekitar 116 kali dalam kitab suci Al Qur’an dan terdapat dalam 47 surat dan 109 ayat yang penggunaannya ada pada kalimat negatif dan positif.

Tidak semua kata Jaza dalam Al Qur’an digunakan pada kalimat yang memiliki arti dan makna yang positif saja. Ada kata Jaza yang digunakan pada kalimat berarti negatif seperti Wa Jaza’u Sayyiatin Misluha artinya Dan balasan untuk suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa.

Karena itulah penggunaan kalimat Jazakallah harus secara lengkap agar artinya bisa dimengerti oleh orang lain dari makna dan maksud Jazakallah. Hal ini karena Allah juga bisa memberikan balasan yang negatif atau hukuman berat kepada orang yang kufur dan munafik didunia ini.

Karena itulah penggunaan ucapan Jazakallah sebaiknya dilengkapi dengan menambahkan kalimat positif dibelakangnya agar artinya lebih jelas. Jika kita masih menggunakan kalimat Jazakallah saja, sebaiknya perlu memperbaikinya agar bisa sama-sama enak mendengarnya.

Kata Jaza dalam Al Qur’an digunakan sebanyak 42 kali pada arti atau makna yang buruk atau bersifat negatif. Selain itu, juga digunakan sebanyak 25 kali pada penggunaan kalimat yang memberikan balasan yang seimbang tanpa menyebutkan hal yang baik atau juga hal yang buruk.

Kalimat Jazakallah memang tidak ada yang termuat dalam kitab suci Al Qur’an, namun hanya kata Jaza’ yang mewakilinya. Kata Jazakallah Khairan terdapat dalam hadist nabi yang shohih dari Imam At Tirmidzi yang dishohihkan oleh Al Albani dalam kitab Shahih Al Jami’ 6368.

Penggunaan Kalimat Jazakallah

Lafadz Jazakallah memang sudah menjadi bahasa terima kasih umum yang digunakan sebagian besar umat Muslim didunia. Kalimat ini memiliki lafadz yang berbeda-beda tergantung dari lawan bicara untuk berterima kasih dan mendoakannya agar kebaikannya dibalas Allah SWT.

Jika lawan bicara adalah seorang laki-laki atau bersifat tunggal, maka menggunakan lafadz Jazakallah dengan kata ganti “Ka” artinya kamu. Dan jika lawan bicaranya adalah seorang wanita dan tunggal, maka menggunakan lafadz Jazakillaha dengan kata ganti “Ki”artinya kamu.

Sedangkan jika menggunakan kalimat ini kepada orang banyak atau bersifat jamak, maka menggunakan kata ganti “kum” artinya anda sekalian. Berarti lafadznya Jazakumullahu yang artinya semoga Allah membalas kalian semua dan sifatnya lebih resmi dari maksud jazakallah. Jazakumullah khairan katsiran.

 

Gambar Gravatar
Website Dakwah Muslimah Menerima Tulisan Dakwah Baik Fiksi maupun Non Fiksi  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *