Zinnirah; Antara Mata Hati dengan Mata Dunia

160 views

Mendengar cibiran mereka, Zinnirah bersikeras bahwa ini bukan akibat dari tuhan mereka. Melainkan atas kehendak dan kuasa Allah sehingga di izinkannya terjadi melalui perbuatan Umar. Oleh sebab itu, Allah pula lah yang berkuasa mengembalikan penglihatannya jika Ia berkehendak.

Meski didera dengan beragam ujian, keyakinannya kepada Tuhan tidak pernah berubah. Allah memberi karamah kepadanya. Matanya yang buta itu dapat melihat kembali. Ia dapat kembali menikmati keindahan ciptaan Allah Swt, dengan penuh kesyukuran dan keimanan yang semakin tinggi.

Hati Zinnirah senantiasa terlindungi oleh balutan iman dan akhlak. Kemerdekaan jiwa merasa aman dari kongkongan hawa nafsu. Kemerdekaan jiwa inilah yang diperoleh oleh zinnirah, wanita yang tidak dikenal di dunia, namun terkenal di langit.

Sahabat muslimah, marilah kita bercermin kepada wanita-wanita pejuang yang memperjuangkan Islam sebagaimana Zinnirah lakukan. Semoga kita mampu meneladani kehidupannya dalam konteks masa kini. Sebagaimana cerita beberapa waktu lalu, seorang judoka Miftahul Jannah yang mempertahankan jilbabnya meski harus terseleksi menjadi champion. Semoga kita kelak mampu menyusul Zinnirah masa kini. Aamiin…

Oh Zinnirah

Kau umpama bintang di malam hari

Menerangi alam malam dan diteman purnama

Cinta murni yang kau dambakan untuk Ilahi

Tiada sepadan dan tiada bertepi

 

Oh Zinnirah

Kau Srikandi sunyi sendiri

Di medan ngeri dan bersuara sepenuh berani

Kasih suci yang kau hulurkan untuk Ilahi

Menagih korban kasih abadi.

_Penggalan lyric nasyid UNIC, Malaysia_

              

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *