Malam Pertama Menurut Islam

24 views

Malam Pertama Menurut Islam

KARTUN MUSLIMAH — Malam pertama harus menjadi momen spesial bagi pengantin baru. Setidaknya malam pertama harus dilakukan dengan romantis dan intim. Dua-duanya saling memuaskan. Namun, terkadang si suami harus melakukan aktivitas ekstra dibalik itu, mungkin membeli obat pembesar penis atau obat-obat kuat lainnya. Bagaimana seharusnya?

Pernikahan adalah hal yang istimewa dan malam pertama juga harus istimewa. Malam pertama adalah malam di mana dua orang memulai kehidupan di dunia yang sama sekali baru dengan pengalamannya yang unik.

Pengantin wanita mungkin telah hidup di dunia yang berbeda sebelum malam itu dan sekarang telah datang ke keadaan semakin dekat satu sama lain untuk berbagi kehidupan yang sama. Malam pertama sesuai dengan namanya adalah untuk pertama kalinya menikmati apa yang sebelumnya dilarang untuk kedua pasangan. Lalu apa saja yang perlu dilakukan saat malam pertama menurut Islam?

Malam Pertama dalam Islam

Pernikahan dalam Islam adalah suatu ikatan suci dan penyempurna ibadah seorang muslim. Pernikahan mencerminkan kualitas cinta manusia yang paling murni. Tentu saja, kesatuan yang murni dan bersih ini akan membutuhkan kesatuan spiritual dan jasmani juga di dalam kamar pengantin.

Interaksi seksual antara suami dan istrinya harus selalu dilakukan secara pribadi. Intercurse harus dilakukan jauh dari pengamatan orang lain, termasuk orang-orang yang tinggal di rumah yang sama.

Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, juga melarang pria dan wanita untuk berbicara dengan orang lain tentang perincian tentang apa yang terjadi di kamar mereka. Seseorang hanya diizinkan untuk mengungkapkan apa yang diperlukan ketika ada alasan bagus, seperti masalah medis.

Ada beberapa aturan etiket menurut Sunnah tentang bagaimana melakukan sebuah ‘tugas’ perkawinan. Nabi, Shalallahu ‘alaihi wa sallam, merekomendasikan suami untuk berbaik hati kepada pengantin wanita dan menghiburnya dengan menawarkan sesuatu untuk diminum ketika mereka bertemu pertama kali setelah pernikahan.

Diceritakan Imam Ahmad dari hadits Asmaa binti Yazeed ibn al-Sakin yang mengatakan: Saya menyiapkan dan mempercantik Aishah untuk Rasulullah (SAW). Lalu dia datang dan aku memanggilnya untuk melihat wanita itu dengan kecantikannya. Dia datang dan duduk di sebelahnya. Dia dibawakan cangkir besar yang berisi susu. Dia minum dan kemudian menyerahkannya padanya. Dia menunduk dan malu. Asmaa kemudian berkata: Saya menegurnya dan menyuruhnya untuk mengambilnya dari tangan Rasulullah (SAW). Dia mengambilnya dan minum. ”

Anjuran dalam Malam Pertama Menurut Islam

Secara khusus, malam pernikahan adalah malam pertama seorang pria dan wanita yang diperbolehkan bersenggama sebagai suami dan istri. Pertanyaannya, bolehkah seorang laki-laki mengonsumsi obat pembesar alat vital? Kiranya, pembahasan tersebut bisa dibahas lebih rinci di artikel selanjutnya.

Malam pertama sangat disarankan untuk pasangan dengan maksud untuk memperoleh kedekatan dan kesenangan Allah (SWT). Anjuran yang direkomendasikan untuk malam pertama adalah :

  1. Suami harus meletakkan tangannya di atas kepala istrinya dan menawarkan permohonan kepadanya.

Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, merekomendasikan kepada pasangan untuk memulai setiap hubungan seksual dengan mengatakan:

بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبْ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Bismillahir Rahmanir Rahim (Atas Nama Allah), dan dengan berdoa kepada Allah (membuat doa) untuk melindungi mereka dari Setan, dan untuk melindungi anak dari Setan jika seorang anak berasal dari hubungan seksual itu. (HR. Bukhari).

Nabi, Shalallahu ‘alaihi wa sallam, berkata, “Jika ada di antara kamu yang menikahi seorang wanita atau membeli seorang pelayan, dia harus mengambilnya dengan jambul, sebutkan nama Allah [mengatakan,’ Atas nama Allah ‘] dan berdoa dengan mengatakan, ‘Ya Allah, aku meminta kebaikan dan kebaikan dari apa yang telah kamu inginkan darinya dan aku mencari perlindungan dari kejahatannya dan kejahatan yang telah kamu inginkan darinya.’ ”(Bukhari di Khalaq Afaal al-Ibaad, hal 22).

Suami juga harus meletakkan tangannya di bagian depan kepalanya pada saat dia pertama kali mendekati wanitanya atau setelah itu. Suami juga harus menyebutkan asma Allah SWT dan kemudian berdoa untuk memohon berkah, dan kemudian mengucapkan permohonan yang diajarkan kepada oleh Nabi (SAW):

“Ya Allah! Saya memohon kepada-Mu kebaikan apa yang telah Anda tempatkan di kodratnya, dan saya memohon perlindungan dari kejahatan di dalam dirinya dan kejahatan yang telah Anda tempatkan di kodratnya. ”[Sunan Abî Dâwûd (2160) Sunan Ibn Mâjah (1918) Mustadrak al-Hâkim (2811) dan Sunan al-Bayhaqî (7/148)].

  1. Pengantin pria dan pengantin wanita juga dianjurkan untuk berdoa bersama dua raka`at sebelum bersenggama

Diriwayatkan bahwa Abu Sa’id, budak yang dibebaskan dari Abu Usayd, berkata: Saya menikah ketika saya adalah seorang budak, dan saya mengundang beberapa sahabat Nabi (SAW), di antaranya adalah Ibnu Mas’ood, Abu Dharr dan Hudhayfah. … Dan mereka mengajari saya dan berkata: Ketika istrimu masuk kepadamu, lakukanlah sholat dua rakaat, lalu bertanyalah kepada Allah, semoga Dia ditinggikan, untuk kebaikan apa yang telah menimpamu dan mencari perlindungan kepada-Nya dari kejahatannya, kemudian pergi maju dan dekati istrimu. Diceritakan oleh Ibn Abi Shaybah di al-Musannaf (3/401) dan ‘Abd al-Razzzaaq dalam al-Musannaf (6/191). Syekh al-Albaani (semoga Allah merahmatinya) mengatakan: Isnaadnya untuk Abu Sa‘eed adalah shahih.

Setelah melakukan wudhu dan melakukan sholat sunnah dua raka’at dan maka kemudian ucapkan doa berikut:

اَللّهُمَّ ارْزُقْنِىْ اِلْفَهَا وَ وُدَّهَا وَ رِضَاهَابىِْ وَ اَرْضِنِىْ بِهَا وَ اَجْمَعْ بَيْنَنَا بِاَحْسَنِ اِجْتِمَاعٍ وَ اَنَسِ اِيْتِلاَفٍ فَاِنَّكَ تُحِبُّ الْحَلاَلَ وَ تُكْرِهُ الْحَرَامَ.

Allahummar zuqni ilfahaa wa wuddaha wa rizaaha bi; warz”ini biha, wa-ajma’ baynana bi ah’sane ijtimaa’in wa anasi i-tilafin; fa innaka tuh’ibbul h’alaala wa tukrihul h’araam.

Ya Allah! Berkatilah aku dengan kasih sayang, cinta dan penerimaannya kepadaku; dan membuat saya senang dengannya, dan membawa kita bersama dalam bentuk kebersamaan terbaik dan dalam harmoni yang sempurna tentunya Engkau menyukai hal-hal yang sah dan tidak menyukai hal-hal yang melanggar hukum.

  1. Mulailah dengan berdzikir

Sebelum melakukan hubungan suami istri maka cobalah untuk berdzikir dengan memuji Allāh (SWT), lalu ucapkan Allāhu Akbar (أللهُ أكَبر), diikuti oleh Ŝalawāt (أللهم صلى على محمّد و آل محمّد).

Melakukan dzikir adalah hal yang penting bagi pasangan, ketika memulai langkah ini, sangat berhati-hati untuk melindungi kesucian dari persatuan suci ini dan tidak mencemarkannya sejak awal dengan membiarkan kesempatan pernikahan menjadi sumber dosa..

  1. Pengantin pria harus mencuci kaki pengantin wanita dan memercikkan air itu di keempat sudut ruangan dan rumah.

Dengan melakukan hal ini maka Allāh (SWT) akan menghilangkan 70.000 jenis kemiskinan, 70.000 jenis berkah akan memasuki rumah dan 70.000 berkah akan mendatangi kedua mempelai. Pengantin wanita akan aman dari gila bisul dan kusta.

  1. Akhiri dengan doa

Jika telah selesai melakukan hubungan seksual maka jangan lupa untuk mengucapkan doa :

بِسْمِ اللهِ الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ المَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصَهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيْرًا

Bismillah. Alhamdulillâhilladzî khala minal mâ’i basyarâ, faja‘lahû nasaban wa shahrâ, wa kâna rabbuka qadîrâ.

Artinya, “Dengan nama Allah, segala puji bagi-Nya yang telah menciptakan manusia dari air, lalu menjadikannya sebagai keturunan dan kekerabatan. Tuhanmu maha kuasa.”

Seperti itulah adab malam pertama dalam Islam. Bagaimana pun juga spasangan pengantin harus saling memuaskan antara satu dengan yang lainnya. Semoga bermanfaat dan bisa diamalkan di hari istimewa pernikahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *