10 Kata-Kata Mutiara Aisyah R.A tentang Hujan dan Perpisahan

300 views
10 Kata-Kata Mutiara Aisyah R.A tentang Hujan dan Perpisahan
http://www.anakcemerlang.com

Kartun Muslimah — Imam Adz-Dzahabi dalam Siyar A’laam An-Nubalaa’ berkata, “Aisyah putri pemimpin terbesar orang-orang yang Shiddiq dan khalifah Rasullullah saw. Al-Qurasyiyyah, At-Taimiyyah, An-Nabawiyyah, ibunda orang-orang yang beriman dan istri Nabi saw. Dia adalah wanita yang paling luas ilmunya diantara seluruh wanita umat ini.”

Aisyah ra. berkulit putih bersih dan parasnya sangat cantik sehingga dijuluki Al-Humaira, yang berarti ‘kemerah-merahan’. Nabi saw. Tidak pernah menikah dengan seorang gadis perawan selain Aisyah dan tidak ada wanita yang lebih dicintai oleh beliau selain dirinya, serta tidak ada wanita di umat ini yang lebih tinggi ilmunya daripada Aisyah.

Abu Nu’aim Al-Asbahani dalam kitabnya Al-Hilyah menjelaskan mengenai biografi Aisyah ra,. “Dia adalah wanita shiddiq putri Abu Bakar As-Shiddiq. Wanita merdeka putri lelaki yang merdeka. Kekasih dari kekasih Allah. Wanita terdekat dengan siapa saja. Wanita yang disucikan dari segala nista. Wanita yang bebas dari keraguan, karena telah melihat Jibril yang diutus oleh Allah. Dialah Aisyah, ibunda bagi seluruh orang yang beriman, semoga Allah meridhainya.”

“Aku adalah Istrinya di Dunia dan Akhirat”

Keputusan Nabi saw. untuk menikah dengan Aisyah ra. adalah berdasarkan petunjuk wahyu yang datang dari Allah swt. Rasullullah saw. pernah bermimpi melihat Aisyah selama tiga malam.

Aisyah ra. menuturkan bahwa Rasullullah saa. Bersabda, “Aku bermimpi selama tiga malam. Malaikat datang kepadaku dengan membawa gambarmu dalam sepotong kain sutra seraya berkata, ‘Inilah istrimu.”Lalu, aku buka kain penutup wajahmu, ternyata itu adalah gambarmu. Saat itu aku bergumam, jika ini kehendak Allah, maka pasti terlaksana.” (Muttafaq ‘alaih)    

Aisyah ra. menceritakan bahwa Rasullullah saw. pernah menyebut (keutamaan) Fatimah ra., lalu Aisyah berkata, “Maka, aku ikut berbicara. Lalu Rasullullah saw. berkata kepadaku, ‘Apakah engkau senang seandainya engkau menjadi istriku di dunia dan di akhirat?”Aku menjawab, ‘Demi Allah, tentu aku senang sekali.’ Rasullullah saw. melanjutkan, ‘Engkau adalah benar-benar istriku di dunia dan akhirat.”(H.R.Hakim)

Kata mutiara yang pernah Aisyah ungkapkan,

“Kau… telah diperlihatkan kepadaku dalam mimpiku.”Rasullullah berkata seperti ini kepadaku.

Ibnu Abu Mulaikah menyatakan bahwa Aisyah ra. berkata bahwa Jibril datang kepada Nabi saw. (dalam mimpi) dengan membawa gambarnya dalam sepotong kain sutra hijau seraya berkata, “Inilah istrimu di dunia dan akhirat.” (H.R At-Tirmidzi)

Kata Mutiara Aisyah Tentang Rasullullah

Dia memanggil ku “Uwais!” ketika dirinya bahagia. Beliau suka memainkan hidungku sambil memanggil, ‘Aisyahku.”

Saat dirinya lelah, beliau berkata, “Bicaralah wahai Humaira.”Begitu aku berbicara ke sana-kemari seperti arus air, raut-raut sedih di wajahnya hilang satu per satu.

Ketika menatap, dia seakan-akan melihat darah yang mengalir di pembuluh darahku. Luar dan dalamku satu bagi Rasullullah.

Seluruh kewanitaanku, kecemburuanku, kemanjaanku, keingintahuanku, dan ketidaksabaranku terlihat jelas.

Bila berusaha menarik perhatian ku, dia akan berkata, “Wahai putri Abu Bakar, bukankah ini seperti ini..” atau “Wahai putri Ash-Shidiq, bukan seperti itu, tapi seperti ini.”

Ketika membicarakan diriku pada orang lain dan Rasullullah berkata begini, “Ibu kalian hari ini berkata seperti ini…” itu berarti ada sesuatu hal yang aku perlu ubah.

Rasullullah menjelaskan satu persatu padaku, sabar mendengarkanku, berbagi kebahagiaanku. Tanpa kusadari, Rasullullah mengajari diriku seperti seorang murid.

Sementara itu, aku selalu rindu kepada Rasullullah meskipun berada di sisinya. Aku tak bisa melewati hidup tanpa Rasullullah ketika aku tidur di sampingnya. Bahkan ketika kedua mataku tertutup pun aku menghitung satu per satu hela napasnya. (seperti dilansir dalam buku ‘Aisyah: Wanita yang Hadir dalam Mimpi Rasullullah’)

Seperti Hari Pertama

Rasullullah tersenyum sambil memainkan hidungku. “Bicaralah wahai Humaira…”Dan aku sering bertanya kepada Rasullullah, “Apakah engkau mencintaiku?”

“Iya…”

Aku terdiam sebentar,, tapi terasa lama seperti beribu-ribu tahun. Dia menggelengkan kepalanya, mengajak aku berbicara.

“Seberapa besar engkau mencintaiku?”
“Seperti titik-titik yang terlempar ke kain sutra…”
“Maksudnya…?”
“Seperti titik-titik yang tak terlihat…”(Ujar Rasullullah)

Jawaban ini seperti sebuah bintang yang dalam seribu tahun sekali turun kedalam hatiku, penuh dengan cinta. Kadang-kadang bintangku jatuh. Aku ingin memperbaharui cintaku dengan kata-kata.

Dalam bentuk isyarat aku bertanya kepada Rasullullah yang berada dalam kerajaan cinta, “Bagaimana dengan titik kita yang tak terlihat?”

Sambil tersenyum dia menjawab: “Seperti hari pertama…”

Kata Mutiara Aisyah, “Oase di Tengah-tengah Padang Pasir”

Tanpa Rasullullah, aku seperti seorang anak kecil yang menggigil kedinginan dalam kegelapan. Kadang-kadang bila malam hari ketika harus berpisah dengan Rasullullah, aku ingin pergi dari dunia ini.

Tanpa Rasullullah, udara tak berembus. Pagi tak kunjung tiba di hari-hari tanpa dirinya.

Cinta Rasullullah adalah oase di tengah-tengah padang pasir. Sebuah oase yang terpancar dari surga. Bayangkan sendiri apa yang terjadi jika terjadi perpisahan.

Kata Mutiara Aisyah Tentang Hujan

kartun muslimah hujan
http://www.imgrum.org

Aku selalu merasakan bahwa hujan itu bermaksud menghapus seluruh kesedihan manusia. Ia memadamkan kobaran api kesedihan, rasa letih peperangan, dan rasa asing…

Kata Mutiara Aisyah Tentang Kebenaran

Kebenaran itu seperti berkah yang terpancar dari niat tulus seindah gunung-gunung, tanpa menanti balasan apapun.

Kebenaran ialah ketulusan di dalam senyap-senyap burung yang kelelahan terbang, keledai-keledai yang menyimpan susu, seluruh sayap dan hewan berkaki empat, sampai kepada para pengembara dan orang-orang lemah.

Kebenaran merupakan balasan yang bersih.

Kebenaran… sebuah pernikahan. Mahar. Kebenaran kata-kata.

Kata Mutiara Aisyah tentang Dunia

Dunia selalu membuat pusing dan tak pernah berhenti bagi orang mukmin. Bagaimana mungkin bisa berhenti? Dunia merupakan penjara, gelanggang tempat ujian, bagi orangberiman.

Kata Mutiara Aisyah Tentang Keharmonisan Suami Istri

Sering kami berdua bekerja bersama-sama. Misalnya, ketika aku meminta kain wol, dia memperbaiki sandal-sandal kulit. Ketika aku memasak, Rasullullah mengambilkan kantung air yang tergantung di tembok dan mengisinya dengan air.

Masakan kami tak pernah lepas dari tanaman-tanaman beraroma. Aku membaca Al-qur’an dari hapalanku, sementara Rasullullah mendengarkan aku.

Kata Mutiara Aisyah Tentang Perpisahan

Kerinduan… aku tahu apa itu kerinduan di hari-hari hijrah. Aku bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kerinduan ini kepadaku, yang mengubahnya sebagai sekolah diri.

Kedewasaan, tumbuh besar untuk orang lain tak hanya di masa-masa awal kanak-kanak. Berapa pun umur kita, musibah-musibah yang menimpa diri kita merupakan petualangan kedewasaan sebagai jalan pengajaran.

“Perpisahan ini menjadi tabir bagi Aisyah,” ucap ibuku.

“Perpisahan ini adalah mahkota pengantin, mahar bagi Aisyah,” ujar ibuku untuk meringankan bebanku.

Kata Mutiara Aisyah Tentang Dirinya

Aku adalah Aisyah di masa-masa sulit.

Aku tak pernah merasakan pernikahan lagi selama masa-masa hijrah.

Hari pernikahanku yang sebenarnya adalah hari wafatku, hari ketika aku bertemu dengan rahmat seluruh alam, Rasulullah, orang yang aku cintai.

Aku bersaksi pada perintah Allah, kenangan Rasulullah, wasiat dan amanah Alquran, tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Aku adalah Aisyah.

Aku adalah Aisyahnya Muhammad.

Demikian lah kata-kata mutiara yang pernah diungkapkan oleh Aisyah radhiallahu anhaa. Ungkapan-ungkapan Aisyah tersebut bersumber dari sebuah novel berjudul ‘Aisyah: Wanita yang Hadir dalam Mimpi Rasullullah’ karya Sibel Eraslan. Semoga bermanfaat.

Gallery for 10 Kata-Kata Mutiara Aisyah R.A tentang Hujan dan Perpisahan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *