Kartun Muslimah http://kartunmuslimah.com Terbaru, Lucu, Cantik, Syar'i, Bercadar dan Sholehah Thu, 26 Jul 2018 03:47:01 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.7 Lirik Lagu Jangan Salahkan Hijabku Shohibatussaufa http://kartunmuslimah.com/jangan-salahkan-hijabku-shohibatussaufa/ http://kartunmuslimah.com/jangan-salahkan-hijabku-shohibatussaufa/#respond Thu, 26 Jul 2018 03:45:41 +0000 http://kartunmuslimah.com/?p=448 Lirik Lagu Jangan Salahkan Hijabku Shohibatussaufa
Lirik Lagu Jangan Salahkan Hijabku Shohibatussaufa

Bersyukur kini kudengar isi hati

Menjadi pribadi menjadi muslimah sejati

Walaupun aku tahu ini proses bagiku

Berakhlak karena allah bukan karena hijabku


Pabila aku salah dalam bertingkah laku

Pabila ada kata menyakiti hatimu

Yang salah bukan lah karena hijabku

Maafkan dan tegurlah hijabku tiada salah

Reff

Jangan jangan jangan salahkan hijabku kalau begitu

Aku terus terus belajar untuk ubah tinggkah laku

Berhijab caraku untuk lebih baik

Muslimah terbaik sudah tentulah berhijab


Bersyukur kini kudengar isi hati

Menjadi pribadi menjadi muslimah sejati

Walaupun aku tahu ini proses bagiku

Berakhlak karena allah bukan karena hijabku


Pabila aku salah dalam bertingkah laku

Pabila ada kata menyakiti hatimu

Yang salah hukan lah karena hijabku

Maafkan dan tegurlah hijabku tiada salah

Reff

Jangan jangan jangan salahkan hijabku kalau begitu

Aku terus terus terus untuk ubah tinggkah laku

Berhijab caraku untuk lebih baik

Muslimah terbaik sudah tentulah berhijab

]]>
http://kartunmuslimah.com/jangan-salahkan-hijabku-shohibatussaufa/feed/ 0
6 Fakta Menarik Tentang Muslimah http://kartunmuslimah.com/6-fakta-menarik-tentang-muslimah/ http://kartunmuslimah.com/6-fakta-menarik-tentang-muslimah/#respond Thu, 29 Mar 2018 15:24:05 +0000 http://kartunmuslimah.com/?p=392
https://i.pinimg.com/

6 Fakta Menarik Tentang Muslimah – Muslimah adalah sebutan bagi seorang wanita yang menganut agama Islam atau orang islam yang memiliki jenis kelamin perempuan. Sementara laki-laki yang menganut agama Islam biasanya disebut Muslim.

Kenapa sebutan untuk laki-laki dan perempuan yang menganut agama Islam berbeda? Pada dasarnya, baik perempuan maupun laki-laki yang menganut agama Islam sama-sama disebut kaum muslim.

Hanya, dalam tata bahasa arab memiliki perbedaan penggunaan huruf bagi laki-laki dan perempuan yang biasa disebut dengan pola muannas dan mudzakar. Berangkat dari hal tersebut lah akhirnya ada perbedaan penyebutan pada laki-laki dan perempuan yang menganut agama Islam.

Selain memiliki perbedaan dalam hal penyebutan, ternyata baik laki-laki dan perempuan memiliki hak dan kewajiban tersendiri menurut pandangan Islam. Hal ini juga didukung dengan adanya hak-hak istimewa perempuan, seperti hamil atau mengandung.

Dahulu, sempat ada anggapan bahwa wanita atau perempuan adalah mahluk yang lemah. Sementara laki-laki adalah mahluk superior atau unggul dalam segala hal. Pandangan tersebut menumbuhkan berbagai pemikiran dan sikap negatif terhadap perempuan.

Misalnya, wanita tidak boleh bekerja diluar rumah, tugas wanita hanyalah mengurus anak dan rumah tangga. Sementara laki-laki bebas dan harus bekerja diluar rumah mencari nafkah untuk keluarga.

Dalam Islam memang tugas mencari nafkah diwajibkan bagi laki-laki sebagai kepala rumah tangga. Namun bukan berarti dengan tugas dan jabatan di luar rumah bisa merendahkan tugas dan jabatan wanita di dalam rumah.

Sejak Islam hadir di muka bumi, Islam selalu mengajarkan para penganutnya untuk memuliakan perempuan, terutama seorang ibu. Berikut adalah 6 fakta menarik mengenai seorang Muslimah:

  1. Dimuliakan

Nabi Muhammad shollallahu alaihi wa sallam telah memerintahkan, mengajarkan, dan memberi contoh bagaimana bersikap terhadap seorang wanita. Sepeninggal istri pertama, Sayidati Khadijah, Rasulullah menikah lagi hingga memiliki sembilan orang istri.

Tujuan Rasulullah menikahi istri-istrinya yang lain adalah karena salah satunya perintah Allah dan yang lainnya adalah untuk melindungi para janda yang ditinggal mati syahid oleh suaminya yang pergi berperang. Rasulullah, menikahi para wanita dan janda bukan untuk menjatuhkan martabat mereka melainkan justru untuk memuliakan mereka.

Dalam sebuah hadis juga, Rasulullah memerintahkan kita untuk menghormati ibu kita sebanyak tiga kali baru kemudian ayah kita. Hal tersebut mendukung pernyataan bahwa Islam adalah agama yang memuliakan perempuan.

       2. Seindah-indah perhiasan dan Sebesar-besar fitnah

“Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah” HR Muslim dari Abdullah Ibn Amr.

Seperti yang dikatakan dalam Hadist Riwayat Muslim tersebut bahwa wanita sholeha adalah perhiasan dunia terbaik. Muslimah sebagai sebutan untuk perempuan yang menganut agama Islam sudah sepatutnya juga menjadi wanita sholeha. Secara sederhana wanita sholeha adalah Muslimah yang mentaati seluruh perintah Allah dan menjauhi larangannya.

Tidak perlu menjadi cantik seperti artis luar negeri atau kurus langsing seperti artis korea. Hanya dengan menjadi wanita sholeha, kamu bisa jadi Muslimah terindah yang menghiasi dunia. Sayangnya, bukanlah hal yang mudah untuk menjadi seorang wanita sholeh.

Jika dulu pada jaman nabi dan khulafau rasyidin, wanita sholeha di uji dengan raja yang dzalim, yang menghalangi mereka untuk menganut agaa Islam. Maka muslimah-muslimah jaman sekarang dihadapkan dengan perubahan jaman dan perkembangan teknologi yang mengakibatkan pertukaran budaya besar-besaran.

Masuknya budaya timur membuat banyak muslimah yang tergoda untuk melepas hijabnya dan memamerkan auratnya Naudzubillahmindzalik. Bukannya menjadi sebaik-baik perhiasan dunia, Muslimah yang justru melanggar aturan Allah dan mendekati larangannya jusstru menjadi sebesar-besar fitnah dunia.

Kemuliaan dan kesitimewaan wanita akan berbalik menjadi fitnah baginya. Contohnya pemerkosaan, hamil diluar nikah, aborsi, da pernikahan dini yang berujung pada perceraian. Jika muslimah tidak memuliakan dan menjadikan dirinya sendiri perhiasan. Lalu, akankah orang lain melakukannya?

       3. Penghuni Surga vs Bahan Bakar Neraka

“Bila seorang istri menunaikan sholat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya, dan taat pada suaminya, maka ia akan dipersilahkan; “Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang kamu suka.” HR Ahmad dan Thabarani dari Abdurrahman bin Auf.

Seorang muslimah yang mentaati dan menjalankan perintah Allah dijanjikan dapat masuk ke surga melalui pintu yang mana saja. Sebaliknya, muslimah yang mendekati larangan-Nya dan mengingkari perintahnya, ia akan menjadi bahan bakar di neraka.

“Aku diperlihatkan neraka ternyata kebanyakan penghuninya wanita yang kufur. Para sahabat bertanya: ‘Apakah ia kufur kepada Allah?’ Rasulullah menjawab: ‘Tidak’. Mereka hanya kufur pada suaminya, mereka mengingkari kebaikannya. Jika ia berbuat baik terhadap salah seorang di antara mereka, mereka menyanjungnya. Kemudian apabila terhadap sedikit saja kejelekan, ia berkata; Aku belum pernah melihatmu berbuat baik terhadapku” HR Bukhari.

Setelah membaca dua hadist tersebut, kamu pilih jadi yang mana? Penghuni surga yang bisa masuk dari pintu mana saja atau jadi bahan bakar api neraka?. Semua itu tergantung pada sikap dan amal perbuatan kita selama di dunia. Jadi, mau jadi apapun kelak di akhirat, ditentukan oleh perbuatan kita sejak sekarang.

        4. Pengantar ke surga atau pendorong ke neraka

Diciptakan sebagai mahluk yang mulia, wanita memiliki keistimewaan dalam hal tertentu. Salah satunya adalah menjadi jembatan bagi orang disekitarnya untuk masuk surga. Seorang ayah yang memiliki dua orang putri kemudian mampu mendidiknya menjadi wanita sholeha, Allah jaminkan surga untuknya.

Sebaliknya, jika seorang putri tidak mentaati aturan Allah. Misalnya saja seorang muslimah yantidak menjalankan kewajiban untuk menutup aurat, maka ia akan membawa ayahnya, suaminya, dan bahkan suaminya ke neraka. Sebab mereka turut bertanggungjawab untuk mendidik dan mengarahkan seorang muslimah agar taat pada aturan Allah.

        5. Pembuka Jalan Rizki Suami

Tahukah anda bahwa dengan membahagiakan istri maka Allah akan membukakan jalan rizki untuk para suami. Jika suami adalah sumber pahala bagi istri yang taat dan patuh. Maka istri adalah jalan rizki bagi suami jika istri dibahagiakan dan disejahterakan.

Oleh karena itulah pernikahan yang merupakan sebuah ibadah harus kita laksanakan sebaik mungkin sesuai dengan syariat agama. Karena dibalik suka duka pernikahan ada pahala dan rizki yang Allah berikan.

        6. Menunggu dan Ditunggu

Seorang muslimah diwajibkan untuk menjaga pandangan dan dirinya, salah satunya adalah dalam hal mencari pasangan hidup. Muslimah sebagai sosok yang anggun dan mulia sudah sepantasnya hanya tinggal menunggu sosok idaman. Tidak perlu mencari dan sibuk berrias kesana kemari.

Cukup memantaskan diri sesuai syariat islam dan memohon kepada Allah. Kelak dengan sendirinya Allah akan datangkan dengan sendirinya seseorang yang akan menjadi pemimpin keluarga pembina akhlak dan imam sholat seorang muslimah.

Demikianlah beberapa fakta menarik tentang muslimah yang patut anda ketahui. Begitu banyak keistimewaan yang dimiliki seorang muslimah, tapi tidak sedikit juga hal-hal yang harus diperhatikan seorang muslimah. Allah menjanjikan surga bagi muslimah yang mentaati aturannya dan Allah juga memberikan ancaman berupa neraka bagi Muslimah yang melanggar aturannya.

]]>
http://kartunmuslimah.com/6-fakta-menarik-tentang-muslimah/feed/ 0
Hukum Mengenakan Profil Kartun Muslimah Bercadar http://kartunmuslimah.com/hukum-mengenakan-profil-kartun-muslimah-bercadar/ http://kartunmuslimah.com/hukum-mengenakan-profil-kartun-muslimah-bercadar/#respond Thu, 29 Mar 2018 15:09:45 +0000 http://kartunmuslimah.com/?p=394
https://id.pinterest.com/

Hukum Mengenakan Profil Kartun Muslimah Bercadar – Sebagai seorang muslimah, tentu ada beberapa hal yang dibatasi dan diatur sesuai dengan aturan agama Islam. Salah satunya adalah dalam hal penampilan, Allah memerintahkan muslimah untuk menjaga penampilan dan perilakunya.

Allah melarang muslimah untuk bertabaruj atau riya, tabaruj adalah memamerkan perhiasan atau memamerkan perhiasan kepada laki-laki. Sementara Riya adalah memperlihatkan amal kebajika agar mendapatkan pujian dari orang lain.

Pada dasarnya riya dan tabaruj memiliki satu arti yang sama, yaitu pamer. Bedanya jika tabaruj hanya sampai pada sikap pamer saja. Sementara riya sampai pada sikap ingin mendapatkan pujian dari oranglain.

Allah memberikan kita kesempatan untuk hidup tak lepas dari ujian dan cobaan yang harus kita hadapi. Misalnya, saat ini kita diberikan ujian berupa perkembangan zaman yang juga diikuti dengan perkembangan teknologi.

Zaman sekarang, orang terbiasa memamerkan atau menampilkan gaya hidup mereka di media sosial. Media sosial sendiri merupakan sebuah wadah untuk semua orang mengekspresikan pemikiran dan perasaan mereka.

Segala sesuatu yang kita unggah di media sosial bisa dilihat oleh siapapun dan bisa diunggah kembali oleh siapapun. Karena sifatnya yang terbuka dan mudah dibagikan inilah yang menjadikan umat muslim yang ingin menggunakan media sosial harus berhati-hati.

Pada dasarnya media sosial memberikan banyak kemudahan bagi penggunanya misalnya saja penggunaan media sosial sebagai tempat usaha online. Sayangnya, jika tidak pandai menggunakan alih-alih kita malah terperosok pada jurang ke-mudharatan.

Misalnya, seorang muslimah yang kemudian memamerkan bentuk tubuhnya melalui media sosial. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa islam melarang muslimah untuk memamerkan perhiasan, maupun bentuk tubuh muslimah.

Pasalnya, media sosial ini diperkenalkan oleh budaya barat, dimana media sosial ini juga berfungsi untuk mengunggah foto maupaun video dan membagikannya pada teman-teman kita. Foto-foto yang kita bagikan juga bisa mendapatkan komentar dan tanda suka dari orang lain.

Tidak jarang media sosial menjadi ajang bagi muslimah untuk mendapatkan perhatian dengan mengunggah foto atau video dirinya yang menampakkan aurat. Hal-hal seperti inilah yang disayangkan agama islam.

Lalu bagaimana dengan muslimah yang sudah menutup aurat tapi juga mengunggah foto atau video dirinya di media sosial?. Meskipun sudah menutup aurat, namun pada dasarnya wanita masih tetap bisa menjadi sumber fitnah.

Dari foto-foto yang diunggah kemudian memungkinkan untuk dilihat oleh siapa saja termasuk oleh mata para lelaki. Jika kemudian timbul ketertarikan atau syahwat dalam diri laki-laki maka kemudian foto yang kita unggah telah menjadi fitnah.

Dari foto dan video yang menjadi fitnah itulah kemudian dosa bagi para muslimah mulai mengalir. Ketika dia sholat, zakat, shodaqoh dan beribadah, dosa terus mengalir kepadanya karena foto dan video yang dia unggah ditatap oleh jutaan pasang mata lelaki.

Pertanyaan lainnya, ‘Bukankah laki-laki diminta untuk menjaga pandangannya?’. Ya laki-laki memang diminta untuk menjaga pandangannya, namun apa salahnya sebagai seorang muslimah kita membantu para lelaki untuk menjaga pandangan.

Alangkah baiknya jika seorang muslimah memiliki rasa malu, dalam artian tidak suka memamerkan perhiasan dan kelebihan yang ada pada dirinya. Sebaliknya, justru menjaga dan melindungi perhiasannya dan hanya ditampakkan pada suaminya atau mahramnya saja.

Banyaknya mudharat yang ada di media sosial dan dunia maya bukan berarti menjadikan umat islam sama sekali tidak bersentuhan dengan sosial media dan dunia maya. Melainkan memberikan batasan dalam beberapa hal.

Kemudahan dan aksesnya yang bebas menjadikan media sosial sebagai media dakwah masa kini. Umat islam yang ingin menyebarkan dakwah bisa dipermudah menggunakan media sosial, begitu juga yang ingin mendapatkan ilmu pengetahuan islam.

Media sosial nyatanya mampu menjadi media untuk menyebarkan dan mendapatkan dakwah atau ilmu pengetahuan islam. Sebagai seseorang yang mencari ilmu pengetahuan islam melalui media sosial perlu memperhatikan akun dan penulisnya agar tidak tertipu dalil palsu.

Lalu bagaimana cara menggunakan media sosial tanpa bertabaruj atau pamer?. Solusinya adalah kamu bisa meng-kosongkan kolom foto profil atau mengisinya dengan gambar bunga atau tanaman dan benda-benda lainnya.

Beberapa muslimah mengatasi persoalan tabaruj dengan mengisi kolom foto profil dengan gambar kartun muslimah. Kira-kira bagaimanakah hukumnya mengenakan kartun muslimah bercadar sebagai foto profil?.

Ada beberapa pendapat ulama mengenai gambar kartun, ada yang mengatakan boleh dengan beberapa ketentuan dan ada juga yang mengatakan tidak boleh. Pendapat ulama tersebut semua didasarkan dalam hadist riwayat bukhori dan muslim.

Dalam hadist yang disepakati oleh bukhari dan muslim dikatakan bahwa orang-orang yang membuat gambar atau patung akan disiksa dan diminta menghidupkan kembali apa-apa yang telah mereka buat atau ciptakan.

Berdasarkan HR Bukhari VII : 85, no 5957 – 8, HR Muslim II: 323, maka hukum menggambar kartun menjadi haram. Jika menggambarnya saja haram apalagi menggunakannya sebagai foto profil di media sosial yang bersifat dapat digunakan juga oleh orang lain.

Selain itu, ada juga ulama yang berpendapat berseberangan dengan hadist diatas atau lebih jelasnya memperbolehkan pembuatan dan penggunaan gambar kartun. Dalil yang digunakan adalah QS Saba’ (34): 13 dan HR Bukhari VII :133, no 6130.

Dalam tarjih Muhammadiyah kemudian muncul tiga poin mengenai hukum pembuatan dan penggunaan gambar kartun yang didasarkan pada penyebab pembuatan atau penggunaannya :

  • Haram jika gambar digunakan atau dibuat untuk disembah
  • Mubah jika digunakan atau dibuat sebagai sarana pembelajaran dan sebagai perhiasan yang tidak mendatangkan fitnah
  • Bagi gambar yang dibuat atau digunakan kemudian mendatangkan fitnah terdapat dua hukum, yakni makruh jika fitnah menjurus kepada maksiat. Sementara hukumnya menjadi harama jika dijadikan sebagai perhiasan yang mendatangkan fitnah dan menjurus kepada kemusyrikan.

Nah, dari beberapa ulasan hadist dan poin-poin hasil tarjih dari organisasi Muhammadiyah, pembaca bisa menyimpulkan sendiri bagaimana hukum menggunakan kartun muslimah bercadar sebagai foto profil.

Untuk lebih meyakinkan, pembaca bisa mengkonsultasikan beberapa dalil yang mengulas mengenai gambar atau patung. Baik dalil yang mendukung maupun menolak penggunaan dan pembuatan gambar atau patung.

Bagi pembaca yang mungkin sudah terlanjur menggunakan foto profil kartun muslimah bercadar maupun yang baru berniat melakukannya. Anda bisa terlebih dahulu meng-kroscek niat dari dalam hati Anda untuk apa gambar tersebut digunakan.

Demikianlah ulasna mengenai hukum menggunakan foto profil kartun muslimah bercadar menurut penulis. Semoga tulisan ini membawa manfaat dan dapat menjadi acuan referensi pembaca dalam menggunakan media sosial atau gambar kartun muslimah bercadar.

 

]]>
http://kartunmuslimah.com/hukum-mengenakan-profil-kartun-muslimah-bercadar/feed/ 0
Kata-Kata Pembangkit Semangat http://kartunmuslimah.com/kata-kata-pembangkit-semangat/ http://kartunmuslimah.com/kata-kata-pembangkit-semangat/#respond Thu, 29 Mar 2018 14:29:04 +0000 http://kartunmuslimah.com/?p=396
https://i.pinimg.com/

Kata-Kata Pembangkit Semangat – Menjadi muslimah adalah anugerah tersendiri yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Berbeda dengan laki-laki, muslimah memiliki beberapa hal yang hanya dilakukan oleh muslimah. Misalnya, dalam perintah untuk menutup aurat.

Perkembangan zaman terkadang membuat muslimah surut dalam semangat, baik untuk menutup aurat maupun melaksanakan perintah Allah yang lainnya. Apalagi jika tidak ada teman seperjuangan yang akan menggenggam tangan saat badai menerjang.

Karenanya, ada baiknya kita sering membaca buku tentang tokoh muslimah pada zaman Rasulullah. Mereka yang ditinggal pergi berperang oleh suaminya, mereka yang kehilangan suami-Nya di jalan Allah.

Bahkan, Ibunda Nabi Muhammad, kehilangan suaminya saat mengandung manusia paling mulia di muka bumi. Aisyah yang di tuduh bermain api dengan sahabat Nabi di medan perang, hingga akhirnya di pulangkan ke rumah orangtuanya.

Setiap muslimah di muka bumi ini memiliki area berperang mereka sendiri. Masing-masing memiliki target dan tujuan yang berbeda-beda. Ada yang fokus pada jenjang pendidikan, ada pula yang sibuk menjadi madrasah untuk putra putrinya.

Untuk itu, kamu yang sedang membaca tulisan ini, jangan pernah mudah menyerah pada pertarungan mu sendiri. Karena hanya kamu yang bisa memenangkannya, bukan orang lain. Jika lelah, pulang, mengadu padanya.

Berikut ada beberapa kata-kata muslimah yang mungkin bisa membantu untuk membangkitkan semangat mu yang sedang kendor. Bisa juga untuk menguatkan semangat kamu yang sedang membara-membaranya.

Untuk kamu yang sedang memulai awal yang baru

  • Hijab adalah awal perbaikan, berhijablah sambil memperbaiki akhlak.
  • Hijab adalah identitas bahwa kamu muslim, bukan identitas bahwa kamu teroris.
  • Tahukah kamu, Rasulullah saja menangis melihat adzab mu di neraka. Lalu apa kabar dirimu sendiri, ingin menangis sekarang dan bertaubat, atau besok saat siksa neraka sudah di depan mata.
  • Hanya butuh satu alasan untuk kamu mengenakan hijab, karena Allah memerintahkan mu untuk begitu.
  • Allah telah memuliakan derajat mu sebagai wanita melalui ajaran Islam, lalu masihkah kamu ingin mengingkari ajaran-Nya.
  • Jika kamu tida bisa berhijab untuk melindungi dirimy sendiri.belajarlah berhijab untuk melindungi Ayah mu, Saudara mu, dan Suami mu.
  • Jika terpintas di pikiran mu untuk bertingkah laku buruk, malulah kamu pada hijab mu, malulah kamu pada Tuhan mu.
  • Undanglah laki-laki yang mencintai Allah dengan cara taat pada Allah.
  • Mungkin, hijab tak membuat mu dikenal penduduk bumi, tapi membuat mu dikenal pe
  • nduduk langit.
  • Kamu tidak perlu membuka majalah setiap hari hanya untuk tahu apa yang akan membuat mu cantik, cukup menjadi sholeha kamu sudah cantik luar dalam dunia akhirat.
  • Hijab bukan untuk wanita yang pandai agama saja, tapi untuk seluruh wanita yang meyakini Allah sebagai Tuhannya.
  • Jangan pernah membayangkan bahwa jalan menuju kebaikan akan indah dan mudah. Sebaliknya ini akan sulit dan terjal, maka hanya yang bertekad bulat lah yang mampu sampai di garis finish. 
  • istiqomah
    http://nasihatsahabat.com

    Kamu gak perlu cantik, gak perlu tinggi, gak perlu langsing, cukup jadi sholeha dan semua pintu surga terbuka untuk mu .

  • Pernahkan kamu berpikir, kenapa kamu masih bernafas hari ini. Mungkin Allah ingin kamu bertobat sebelum kamu berpulang.
  • Hijrah itu mudah, istiqomah yang susah, karenanya bergandengan tangan dengan teman sangat dibutuhkan.
  • Istiqomah berjamaah akan lebih mudah, bersama-sama menuju ke surga.
  • Move on sama dengan hijrah, sama-sama berpindah ke tempat yang lebih baik.
  • Allah itu Maha Tahu, tentu Dia akan lebih tahu apa yang terbaik untuk kamu.
  • Segala sesuatu itu nikmat jika kita lakukan untuk Allah, karena Allah.
  • Allah memang Maha Melihat, tapi Allah juga Maha Mendengar, terkadang Allah memberikan ujian hanya agar hamba-Nya memanggil-Nya.
  • Setiap ujian, cobaan dan badai kehidupan datang sebagai pengingat. Antara panggilan rindu atau alarm dosa. Intropeksi apakah Allah rindu atau Allah memperingatkanmu.
  • Bahagia itu terkadang semudah memberikan sedekah di setiap hari Jumat.
  • Merasa hidup mudah itu terkadang semudah menjaga sunnah.
  • Shalat itu kebutuhan bukan kewajiban. Hampir setiap saat kita membutuhkan Allah dalam hidup kita, dan masih saja kita hanya menemuinya di lima waktu shalat saja.
  • Allah tidak pernah lelah memberi ampun, maka kamu jangan pernah lelah meminta ampun.

Sejujurnya, ada masih banyak lagi kata-kata penyemangat untuk seluruh muslimah yang sedang memulai awal yang baru, atau juga meuslimah yang sedang mengalami peurunan semangat. Semua bisa bekerja hanya jika kamu membuka hati.

Terkadang kata-kata mutiara hanyalah pemanis saja, penyemangat yang sesungguhnya adalah orang-orang terdekat kita. Seperti orangtua, saudara, atau orang terkasih yang sudah halal mendampingi.

Penyemangat lain yang selalu hadir dalam hidup kita ialah Dia yang menuliskan kalamnya dalam kitab yang kemurniannya terjaga sepanjang masa. Dia yang tanpa kau sebut mampu mendengar doa mu, tanpa kau minta selalu hadir di hidupmu.

Hijrah dan ibadah, segala sesuatunya akan menjadi lebih mudah jika kamu lebih dahulu membuka hati. Hati yang terbuka akan lebih mudah menerima segala nasihat dan anjuran, meskipun terkadang nasihat terdengar lebih menyakitkan.

Jika hati kita terus saja tertutup dan mengeras, jangankan nasihat baik yang terdengar pahit, ibarat air yang jernih pun akan sulit mencari celah untuk mengalir. Seolah menjadi sia-sia apa saja yang disampaikan pada hati yang keras dan tertutup.

Setiap muslimah pasti memiliki kata-kata penyemangatnya sendiri, bagaimana dengan anda. Apa kata-kata penyemangat anda, kapan saja anda mengucapkan kata-kata tersebut dan bagaimana dampak kata-kata tersebut terhadap diri anda.

Ada seorang muslimah yang begotu terlecut hidupnya ketika mendengar seorang ustadz mengatakan “Adzan, sholat. Adzan sholat. Adzan sholat”. Setiap hari ia mendengar Adzan, seketika ia mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat.

Semenjak hari itu hingga seterusnya dia selalu istiqamah, hingga datang hari dimana ia selalu melihat ke arah jam. Menantikan kapan waktu shalat berikutnya, kapan muadzin mengumandangkan adzan, ia seolah tak sabar.

Betapa nikmatnya hidup seseornag yang begitu pasrah pada Allah, semua telah di atur, di gariskan an diberi panduan. Kita hanya perlu menjalankan seperti apa yang diperintahkan. Sejatinya perintah Allah tidak pernah salah dan merugikan.

Apa perasaan anda ketika mengingat kematian? Takut atau nikmat. Banyak orang sholeh yang merasa nikmat karena mengingat mati. Sebab mati membuat mereka beribadah lebih tekun karena takut akan siksa neraka.

Sementara mereka yang ketakutan biasanya adalah mereka yang sudah banyak melakukan dosa. Namun belum jug berniat untuk menebusnya dengan bertobat. Orang-orang seperti inilah yang harus berubah, jika masih merindukan surga.

Sesungguhnya, dunia adalah hukuman bagi adam, tempat kita untuk mencuci dosa-dosa kita sebelum akhirnya menetap di surga. Seandainya kita berdiri di depan kaca dan berkata “pantaskah kita masuk surga?.” Kiranya apa yang akan jadi jawaban hati anda.

Allah adalah sebaik-baik penyemangat, tempat mu kembali dan bersimpuh.

]]>
http://kartunmuslimah.com/kata-kata-pembangkit-semangat/feed/ 0
Wanita Sholeha Idaman Surga http://kartunmuslimah.com/wanita-sholeha-idaman-surga/ http://kartunmuslimah.com/wanita-sholeha-idaman-surga/#respond Thu, 29 Mar 2018 14:01:41 +0000 http://kartunmuslimah.com/?p=398
https://i.pinimg.com/

Wanita Sholeha Idaman Surga – “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholeha” HR.Muslim dari Abdullah Ibn Amr

‘Semoga menjadi anak sholeha’,’Semoga jadi istri sholeha’, menjadi wanita sholeha rupanya bukan sekedar impian dari setiap muslimah di dunia. Melainkan juga harapan dan doa dari orang-orang di sekitar muslimah itu sendiri.

Pada hari-hari besar, seperti hari lahir da hari pernikahan, tidak sedikit orang yang mendoakan para muslimah untuk menjadi wanita sholeha. Tidak sedikit juga doa-doa di sepertiga malam yang meminta dirinya, istrinya atau anaknya menjadi wanita sholeha.

Sholeha adalah sebuah gelar kebanggaan yang diberikan khusus untuk muslimah. Gelar sholeha juga merupakan gelar yang bisa kita bawa hingga ke akhirat. Menjadi sholeha mampu meringankan timbangan amal kita dan membawa kita ke surga.

Bayangkan saja, hanya dengan menjadi sholeha, kita bisa masuk ke surga melalui pintu yang mana saja. Tidak perlu anda menjadi cantik, menjadi tinggi atau kurus, apalagi harus mengikuti trend jaman sekarang, cukup satu, sholeha.

Hanya muslimah saja yang mendapat gelar sholeha, tapi yang bahagia adalah seluruh orang disekitarnya. Ayahnya tersenyum karena teringankan hisabnya, sebab memiliki putri yang sholeha.

Ibu yang bahagia karena selalu di ringankan pekerjaannya oleh seorang putri yang sholeha. Suami yang sangat bangga memiliki istri yang melengkapi separuh agamanya, memenuhi imannya, meringankan hisabnya di hari akhir, istri sholeha.

Belum lagi, putra putri yang lahir dari rahim seorang wanita sholeha. Generasi muda islam yang terjamin mutunya. Dilahirkan dari rahim perhiasan dunia, dibesarkan dan dididik sebagaimana islam mengajarkannya.

Segala sesuatu yang halal sangatlah indah, di poles dengan ridho Allah, dinikmati dengan berkah Allah. Bisakah anda membayangkan betapa nikmatnya kehidupan yang berkecimpung di lingkup hal-hal yang diijinkan dan di ridhoi oleh Allah.

Bahkan ujian pun akan terasa nikmat, karena kita menjalani dengan tabah dan ikhlas. Hadirnya wanita sholeha menjadi kekuatan tersendiri dalam setiap badai kehidupan yang di kirim Allah sebagai bukti sayang.

Kehadiran wanita shaleha seoalh menjadi penerang dalam kegelapan. Ketaatannya akan aturan Allah menjadi penunjuk atau tuntunan bagi orang-orang disekitarnya. Wanita sholeha bagai menjamin kehidupan masyarakat yang agamis, tenteram dan damai.

“Sebaik-baik wanita ialah wanita yang kalau kamu memandangnya bisa menyenangkanmu; kalau kamu perintah mematuhimu; dan kalau kamu pergi, ia akan menjaga hartamu dan kehormatannya.”

  1. Ibnu Jarir dari Abu Hurairah

Ada wanita yang wajahnya bersinar jika dipandang, sebab ia selalu menjaga wudhunya. Sinar seolah memencar dari dalam dirinya sebab menjaga ibadahnya di sepertiga malam, menunaikan dhuha di pagi menjelang siang, dan membaca al-qur’an di setiap harinya.

Definisi cantik bagi seorang muslimah atau wanita sholeha tidak sesimple tinggi, kurus, putih, dan mancung. Kecantikan seorang wanita sholeha terpancar dari perilakunya, ibadahnya, tutur katanya dan segala yang melekat pada dirinya.

Wanita shaleha sellau menjaga pandangannya dari segala sesuatu yang di murkai Allah. Make-upnya adalah air wudhu. Lipsticknya adalah dzikir kepada Allah. Celak matanya adalah memperbanyak bacaan al-qur’an.

Seluruh tampilan itu melekat pada dirinya, mengalir pada darahnya. Tiak luntur meski terkena hujan, tidak kering meski terpapar matahari. Tidak layu meski keriput mulai muncul di kulit wajahnya.

Segala sesuatu yang keluar dari diri wanita sholeha adalah sesuatu yang menyegarkan telinga dan meresap ke sanubari. Seorang wanita sholeha selalu menjaga tutur katanya, tidak berkata yang seambarangan, seperti berbohong dan perkataan yang tak bermanfaat.

Wanita bisa menjadi pintu untuk masuk ke surga, tapi bisa juga menjadi jembatan yang membawa orang-orang disekitarnya menuju neraka. Semua bergantung pada ke-sholeha-an seorang muslimah.

“Aku diperlihatkan neraka ternyata kebanyakan penghuninya wanita yang kufur. Para sahabat bertanya; ‘Apakah ia kufur kepada Allah?’ Rasulullah menjawab; ‘tidak’. Mereka hanya kufur kepada suaminya, mereka mengingkari kebaikannya. Jika ia berbuat baik terhadap salah seorang diantara mereka, mereka menyanjungnya. Kemudian apabila terhadap sedikit saja kejelakan, ia berkata; Aku belum pernah melihatmu berbuat baik terhadapku.”

HR Bukhari

Dari hadis tersebut disebutkan dua sebab wanita banyak menghuni neraka, pertama karena mereka enggan berbakti kepada suami. Kedua, mereka kufur terhadap kebaikan suami, seolah tak pernah cukup dengan apa yang dilakukan suami.

Jaman sekarang, wanita banyak yang menikahi lelaki berdasar pada apa yang mereka miliki. Dengan kata lain, harta kekayaan yang dimiliki suami. Hal tersebut didasari keinginan mereka untuk selalu tampil trendy dengan penuh perhiasan di badan.

Tidak sedikit yang akhirnya berakhir pada masalah perceraian, mulai dari sebab suaminya sudah bangkrut dan ludes hartanya. Atau bahkan sebab istrinya yang tidak bisa tampil cantik lagi karena tak ada uang untuk membeli bedak dan perhiasan.

Oleh karena itu, penting jadinya untuk memilih pasangan dari kalangan wanita yang shaleha serta laki-laki yang sholeh. Sebab, pernikahan tidak hanya persoalan hidup bersama dan memiliki keturunan.

Pernikahan adalah sebuah mahligai penuh kasih sayang, dimana segala kegiatan yang ada di dalamnya bisa bernilai ibadah. Dalam QS At Tahrim ayat 5, Allah mengisyaratkan beberapa sifat istri yang shaliha, diantaranya adalah :

  • Muslimat

Wanita yang ikhlas dan tunduk kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

  • Mukminat

Wanita yang membenarkan perintah dan larangan Allah.

  • Qanitat

Wanita-wanita yang taat.

  • Taibat

Wanita yang selalu bertaubat, kembali kepada apa yang di perintahkan Allah dan ditetapkan Rasulullah. Meskipun harus meninggalkan hal-hal yang mereka senangi.

  • ‘Abidat

Wanita yang gemar beribadah kepada Allah.

  • Shoimat

Wanita yang melaksanakan ibadah puasa.

Jika anda membaca sebuah buku atau berselancar di internet, mengenai tipe, ciri, sifat dan segala hal yang menyangkut wanita sholeha. Anda pasti akan menemukan banyak hal yang dijadikan topik pembahasan.

Seperti misalnya mengenai kewajiban berhijab, taat kepada suami, berpenampilan sopan, bertutur kata yang baik, berbakti kepada orangtua dan masih banyak lainnya. Sebenarnya, kunci menjadi wanita shaleha hanyalah satu.

‘Mentaati aturan Allah dan menjauhi larangan-Nya.’

Gelar wanita shaleha tidak diberikan secara formal dengan selempang dan rangkaian bunga. Gelar wanita shaleha secara ajaib akan terpancar pada diri anda, sesuai dengan amal ibadah dan amal perbuatan anda.

Surat Al-Ikhlas mengajarkan kita untuk ikhlas tanpa harus menyuebut kata ikhlas. Begitu juga menjadi shaleha, kita tidak perlu menyebut diri kita sebagai wanita shaleha, atau meminta orang lain menyebut kita sebagai wanita shaleha.

Kita boleh bercita-cita menjadi wanita shaleha, namun jangan sampai hal tersebut justru menjauhkan kita dari ridho Allah. Sebab kita akhirnya mengharapkan gelar wanita shaleha ketimbang fokus beribadah kepada Allah.

Sejatinya, hanya Allah yang berhak memberikan kita gelar sebagai wanita shaleha. Karenanya kita hanya cukup fokus untuk beribadah pada Allah sebagai hamba yang taat. Menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

 

]]>
http://kartunmuslimah.com/wanita-sholeha-idaman-surga/feed/ 0
Hindari 6 Cara Berdandan Berikut http://kartunmuslimah.com/cara-berdandan/ http://kartunmuslimah.com/cara-berdandan/#respond Thu, 29 Mar 2018 13:45:16 +0000 http://kartunmuslimah.com/?p=390
https://i.pinimg.com/

Hindari 6 Cara Berdandan Berikut –  “Sebaik-baik wanita ialah wanita yang kalau kamu memandangnya bisa menyenangkanmu; dan kalau kamu pergi, ia akan menjaga harta mu dan kehormatannya.” HR Ibnu Jarir dari Abu Hurairah

Pada dasarya islam tak pernah melarang wanita untuk tampil cantik dan menarik. Justru, melalui hadist yang sudah disebutkan di atas, islam meminta wanita untuk menjaga penampilan mereka. Islam bahkan mengatur dandanan seperti apa yang sesuai untuk wanita.

Kita semua tahu bahwa islam begitu memuliakan wanita. Islam juga sangat efisien dalam mengatur seluruh sendi kehidupan manusia. Begitu juga semua hal yang menyangkut diri wanita, mulai dari haid hingga dandan.

Jaman sekarang, tidak ada wanita yang terlihat buruk, karena mereka semua begitu lihai dalam memoles wajah mereka. Tutorial merias wajah bertebaran di berbagai media sosial, mulai dari YouTube hingga Blog dan majalah wanita.

Hampir setiap hari keluar produk baru kecantikan, mulai dari bedak, pewarna bibir, pewarna mata, hingga pensil untuk menggambar alis. Setiap wanita kemudian rela merogoh kocek mereka untuk membeli setiap produk yang di keluarkan.

Dewasa ini, kita bisa melihat berbagai make up artist yang mengunggah hasil karya mereka di media sosial, sekaligus menawarkan jasa mereka. Bagaikan sulap, mereka bisa merubah wajah yang kusam menjadi bersih bersinar.

Tak jarang justru make up membuat kita tidak mengenali sosok wajah yang sebenarnya. Karena begitu dahsyatnya, kekuatan make up dalam menipu mata telanjang kita. Lalu, bagaimana sebenarnya islam memandang riasan pada wanita.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, islam mendukung wanita untuk tampil cantik dan menarik terutama di depan suami. Selain, itu ada beberapa hal juga yang patut diperhatikan dalam berias menurut islam. Berikut adalah 6 riasan yang di larang dalam islam :

  • Tabarruj

Arti kata Tabarruj adalah berlebih-lebihan, atau bisa dimaknai sebagai wanita yang suka berias secara berlebih-lebihan. Menampakkan lekuk tubuh dan perhiasan yang seharusnya di tutupi karena dapat mengundang syahwat lelaki.

Seorang wanita yang bertabaruj biasanya di dasari pada sifat sombong, ingin pamer, ingin dihormati dan dipuji oleh orang lain. Sikap tersebut adalah sikap terpuji dan harusnya dijauhi oleh wanita muslimah.

  • Menghabiskan banyak waktu di depan cermin

Wanita tidak dianjurkan untuk berlama-lama menghias diri didepan cermin. Menggunakan berbagai produk riasan yang harganya mahal dan menghabiskan waktu hanya untuk berias.

Seperti yang kita tahu, islam tidak mengajarkan kita untuk sesuatu yang berlebihan. Karena sesuatu yang berlebihan akan menimbulkan hal yang negatif. Seperti misalnya dalam kasus ini adalah mengagumi diri sendiri.

  • Menggambar Tato

Tato memiliki nama lain dalam bahasa Indonesia yaitu rajah, diakses dari halaman id.wikipedia.org. Rajah memiliki arti suatu tanda yang dibuat untuk memasukkan pigmen kedalam kulit.

Rajah dapat dilakukan pada manusia atau hewan, pada tubuh manusia biasanya dilakukan untuk modifikasi. Sementara pada tubuh hewan dilakukan untuk kepentingan identifikasi.

Menurut keterangan di atas, rajah atau tato biasanya digunakan untuk menghias tubuh manusia dengan beranek gambar. Mulai dari yang hitam putih hingga yang memiliki aneka warna, muali gambar mawar hingga berbagai tulisan.

Tidak hanya untuk make up, penggunaan tato di luar make up juga dilarang karena sifatnya yang menghalangi air wudhu. Jaman sekarang, tato sudah bukan barang tabu bagi anak muda di kota-kota besar.

Bahkan tidak hanya berupa tato di lengan atau kaki atau punggung, sekarang tato mulai menjajah wilayah riasan. Seperti yang beberapa saat lalu hangat diperbincangkan, mentato alis agar terlihat indah dan awet (tidak mudah luntur).

Untuk anda wanita muslimah, sebaiknya menghindari mentato alis hanya agar tidak luntur jika terkena air. Sejatinya Allah menciptakan manusia dalam kondisi fisik yang sempurna tanpa harus anda ubah di beberapa bagian.

  • Menyambung rambut

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah melaknat penyambung rambut dan orang yang minta disambung rambutnya.” HR Bukhari dan Muslim. Secara terang hadist sudah melarangnya.

Lalu masihkah kamu berminat untuk menentang ketetapan yang sudah diberikan Rasulullah. Seseorang yang dikirim Allah sebagai pedoman kita, penyampai kalam Allah yang hingga sekarang masih kita baca dan kita pelajari maknanya.

  • Memanjangkan kuku

Lagi-lagi larangan ini disampaikan secara tersirat oleh Rasulullah dalam sebuah hadist, “Yang termasuk fitrah manusia itu ada lima (yaitu): khitan, mencukur bulu kemaluan, mencukur kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.”

Fitrah sendiri memiliki makna kata menjadikan, jika disimpulkan baik dari pendapat para tokoh maupun apa yang disampaikan Rasulullah dan Allah mengenai fitrah. Maka fitrah menjadi memiliki makna anugerah yang diberikan pada manusia.

Jadi, memotong kuku adalah sebuah anugerah yang sudah ada sejak diciptakan manusia. Maka sudah semestinya kita menjaga anugerah yang telah Allah titipkan kepada kita sebagai hamba yang taat.

  • Memakai wewangian bukan untuk suami

“Setiap wanita yang menggunakan wewangian,kemudian ia keluar dan melewati sekelompok manusia agar mereka dapat mencium bau harumnya, maka ia adalah seorang pezina, dan setiap mata itu pezina.”

HR Ahmad An-Nasa’i, dan al-hakim dari jalan Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu anhu.

Rasulullah mengingatkan kita akan bahaya menggunakan wewangian yang berlebihan dan bukan untuk membahagiakan suami. Wewangian tersebut bisa mencuri perhatian lain jenis dan bahkan menimbulkan syahwat.

Demikian adalah enam perkara yang wajib kamu perhatikan ketika hendak merias diri. Jangan sampai niat kamu untuk menjaga penampilan justru terjerumus pada hal-hal yang dilarang Allah dan Rasulnya.

Selain ke-enam hal tersebut ada beberapa hal lagi yang baiknya anda pertimbangkan sebelum merias diri anda. Seperti misalnya, jangan menyerupai laki-laki, Allah subhanahu wa ta’ala sangat tidak menyukai riasan seperti lawan jenis.

Hendaknya tetaplah anda merias diri sesuai dengan fitrah mu sebagai wanita maupun laki-laki. Jangan sampai anda malah merias diri agar terlihat seperti lawan jenis. Terutama karena belakangan sedang hangat kasus mengenai LGBT.

LGBT sendiri merupakan singkatan dari Lesbian Gay Biseksual dan Transgender. Berawal dari berdandan menyerupai lawan jenis kemudian mulai timbul rasa suka terhadap teman sejenis.

Tentu ada banyak hal yang bisa menjadikan seseorang menjadi bagian dari LGBT tapi, berdandan menyerupai lawan jenis bisa menjadi salah satu penyebabnya. Pada intinya, anda harus bisa menseleksi riasan seperti apa yang akan anda kenakan.

Beberapa hal juga perlu dipertimbagkan, seperti hendak kemana kita, acara apa yang akan dihadiri untuk menyesuaikan dengan model riasan yang akan digunakan. Seorang muslimah selayaknya sellau menjaga perilaku dan tampilannya.

Tidak perlu terlalu mencolok hanya untuk jalan-jalan ke sekitar rumah, apalagi jika hanya untuk membeli terasi di warung tetangga. Tidak perlu menggunakan lipstick dengan warna yang terlalu mencolok seperti merah dan ungu.

Hal yang perlu di ingat, islam memperbolehkan wanita untuk tampil cantik dan menarik. Hanya saja memang ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti hal-hal yang sudah disebutkan di atas. Semoga bermanfaat…

 

]]>
http://kartunmuslimah.com/cara-berdandan/feed/ 0
Fatimah RA dan Gilingan Gandum http://kartunmuslimah.com/fatimah-ra/ http://kartunmuslimah.com/fatimah-ra/#respond Thu, 29 Mar 2018 06:44:01 +0000 http://kartunmuslimah.com/?p=387
https://i.pinimg.com/

Fatimah RA dan Gilingan Gandum – Fatimah Az-Zahra, tentu nama yang tidak asing bagi telinga kaum muslim di seluruh dunia. Selain karena memang beliau adalah putri termuda Rasulullah SAW dan Khadijah RA, namanya begitu harum sebab sosoknya juga termasuk dalam empat perempuan terbaik di dunia.

Hal tersebut berdasarkan apa yang diucapkan oleh sang Ayah : “Sebaik-baik wanita penghuni Surga adalah Khadijah bintu Khuwailid, Fathimah bintu Muhammad, Asiyah bintu Muzahim istri Fir’aun, dan Maryam bintu ‘Imran.” (HR. Ahmad, no. 2668).

Namun, siapa sangka bahwa beliau pernah mengeluh akan kerasnya menjalani kehidupan sebagai seorang istri, seehingga membuat hatinya bersedih. Mendapat gelar wanita tebaik tidak lantas menghapuskan fakta bahwa sosoknya tetaplah seorang manusia biasa, yang tidak lepas dari nafsu. Hal tersebut terdapat dalam sebuah kisah yang diriwayatkan oleh Abu Harairah RA. :

Pada suatu hari masuklah Rasulullah SAW ke kediaman putrinya, Fatimah Az-zahra RA. Rasul mendapati putrinya sedang menggiling syair (gandum; sejenis padi-padian) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis. Rasulullah SAW bertanya pada putrinya, “Apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fatimah?, semoga Allah SWT tidak menyebabkan matamu menangis”.

Fatimah RA. menjawab, “Wahai ayahku, penggilingan batu ini dan berbagai pekerjaan rumah tanggalah yang menyebabkan aku menangis”. Lalu duduklah Rasulullah SAW di sisi putrinya.
Fatimah RA. melanjutkan perkataannya, “Ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta Ali (Imam ali, suami dari Fatimah RA) mencarikan ananda seorang jariyah untuk membantuku menggiling gandum dan pekerjaan di rumah lainnya”.

Mendengar perkataan putrinya ini maka bangunlah Rasulullah SAW mendekati penggilingan itu. Beliau mengambil syair dengan tangannya yang diberkati lagi mulia dan diletakkannya di dalam penggilingan tangan itu seraya mengucapkan “Bismillaahirrahmaanirrahiim”. Seketika penggilingan tersebut berputar dengan sendirinya dengan izin Allah SWT.

Kemudian Rasulullah SAW meletakkan syair ke dalam penggilingan tangan itu untuk putrinya dengan tangannya sedangkan penggilingan itu berputar dengan sendirinya seraya bertasbih kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa sehingga habislah butir-butir syair itu digilingnya.

Rasulullah SAW berkata kepada gilingan tersebut, “berhentilah berputar dengan izin Allah SWT”, maka penggilingan itu berhenti berputar lalu penggilingan itu berkata-kata dengan izin Allah SWT yang Maha Kuasa menjadikan segala sesuatu dapat bertutur kata.

Maka katanya dalam bahasa Arab yang fasih, “ya Rasulullah, demi Allah Tuhan yang telah mengutusmu menjadi Nabi Dan Rasul pembawa kebenaran, andaikata baginda menyuruh hamba menggiling syair dari Masyriq dan Maghrib pun niscaya hamba gilingkan semuanya.

Dan sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah SWT suatu ayat yang artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka, dan mereka selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”(Qs.At-Tahrim:6).

Maka hamba takut ya Rasulullah, kalau kelak hamba menjadi batu yang masuk ke dalam neraka. Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada batu penggilingan itu, “bergembiralah engkau, karena engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fatimah az-zahra di dalam surga”. Maka bergembiralah penggilingan batu itu mendengar berita tersebut,  lalu diamlah ia.

Setelah itu giliran Rasulullah SAW bersabda kepada putrinya, ” Wahai Fatimah, jika Allah SWT menghendaki, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya beberapa derajatmu”.

https://id.pinterest.com

Beliau lalu melanjutkan nasihat-nasihatnya :

Ya Fatimah, perempuan mana yang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, maka Allah SWT pasti menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan, melebur kesalahannya, dan mengangkatnya satu derajat.

Ya Fatimah, perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya, maka Allah SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit.

Ya Fatimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka, maka Allah SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang.

Ya Fatimah, perempuan mana yang menghalangi kebutuhan tetangga-tetangganya, maka Allah SWT akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautshar pada hari kiamat.

Ya Fatimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keridhaan suami terhadap istrinya. Jikalau suamimu tidak ridha denganmu, maka akupun tidak akan mendo’akanmu. Ketahuilah wahai Fatimah, bahwa ridha suami merupakan bagian dari ridha Allah SWT dan kemarahannya itu juga bagian dari kemarahan Allah SWT.

Ya Fatimah, apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka para malaikat memohonkan ampun baginya, dan Allah SWT akan mencatatkan baginya setiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejelekan.

Apabila perempuan itu mulai sakit karena hendak melahirkan, maka Allah SWT menetapkan untuknya pahala orang-orang yang berjihad pada jalan Allah .

Apabila ia melahirkan kandungannya, maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapati kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman surga, dan Allah SWT akan memberikan padanya pahala seribu ibadah haji dan umrah, serta seribu malaikat yang beristighfar untuknya hingga hari kiamat.

Ya Fatimah, perempuan mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar, maka Allah SWT akan mengampuni semua  dosa-dosanya dan dihari kiamat Allah SWT akan memakaikannya pakaian yang hijau, dan ditetapkan baginya setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan, dan Allah  memberikan karunia untuknya seribu pahala ibadah haji dan umrah.

Ya Fatimah, perempuan mana yang tersenyum dihadapan suaminya maka Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan kasih sayang.

Ya Fatimah, perempuan mana yang menghamparkan alas tidur atau tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), “teruskanlah ‘amalmu maka Allah SWT telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang”.

Ya Fatimah, perempuan mana yang meminyaki rambut suaminya dan jenggotnya, mencukur kumisnya, serta menggunting kukunya, maka Allah SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai surga, dan Allah SWT akan meringankan sakaratul maut-nya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman surga, serta Allah SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas As Shirat (titian)”.

Demikianlah beberapa wasiat yang pernah disampaikan Rasulullah SAW kepada putri kesayangannya. Mengetahui hal tersebut tentu sudah seharusnya bahwa pesan tersebut sesungguhnya tidak dikhususkan hanya kepada Fatimah, melainkan juga untuk muslimah di seluruh dunia. Tidak ada nasihat yang lebih berarti jika dibandingkan degan apa yang telah disampaikan oleh Rasul Muhammad SAW.

Semoga melalui sepenggal kisah Fatimah dan Gilingan Gandum di atas dapat mengambil pelajaran yang ada, dan menerapkan pada setiap sendi kehidupan kita. Allahumma Aamiin..

 

]]>
http://kartunmuslimah.com/fatimah-ra/feed/ 0
Khadijah: Cinta Pertama Rasul SAW http://kartunmuslimah.com/khadijah-cinta-pertama-rasul-saw/ http://kartunmuslimah.com/khadijah-cinta-pertama-rasul-saw/#respond Thu, 29 Mar 2018 06:19:03 +0000 http://kartunmuslimah.com/?p=384
https://id.pinterest.com/

Khadijah: Cinta Pertama Rasul SAW – Khadijah RA. putri dari Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza, merupakan seorang sayyidah wanita sedunia pada zamannya. Mendapat julukan ath-Thahirah yakni yang bersih dan suci. Beliau dilahirkan di rumah yang mulia dan terhormat sekitar 15 tahun sebelum tahun gajah.

Beliau tumbuh dalam lingkungan keluarga yang mulia sehingga tidak mengherankan jika beliau menjadi seorang wanita yang cerdas, berpendirian teguh dan memiliki perangai yang luhur. Karena itulah banyak laki-laki dari kaumnya jatuh hati kepadanya.

Pada mulanya beliau dinikahi oleh Abu Halah bin Zurarah at-Tamimi dan dikaruniai dua orang anak, Halah dan Hindun.Tatkala Abu Halah wafat, beliau dipinang oleh Atiq bin ‘A’id bin Abdullah al-Makhzumi namun setelah beberapa saat mereka akhirnya bercerai.

Semakin banyak para pemuka Quraisy yang menginginkan beliau tetapi beliau memprioritaskan perhatiannya dalam mendidik putra-putrinya, serta mengurusi perniagaan. Suatu ketika, beliau mencari orang yang dapat menjual dagangannya.

Beliau mendengar tentang Muhammad –saat itu belum diangkat menjadi nabi, yang memiliki sifat jujur, amanah dan berakhlak mulia, maka beliau meminta Muhammad untuk menjualkan dagangannya bersama seorang pembantunya yang bernama Maisarah.

Allah menjadikan perdagangan  tersebut menghasilkan laba yang banyak. Khadijah merasa puas atau usaha Muhammad Al-Amin, menambah ketakjuban terhadap kepribadian sosok pemuda tersebut. Khadijah menyadari bahwa Muhammad Al-Amin berbeda dari kebanyakan laki-laki di sekitarnya.

Akan tetapi beliau pesimis; mungkinkah pemuda tersebut mau menikahinya, mengingat umurnya sudah mencapai 40 tahun? Kebingungan dan kegelisahan yang dialami oleh Khadijah akhirnya dapat dipecahkan dengan bantuan  Nafisah binti Munabbih. Nafisah membesarkan hati Khadijah dan menenangkan perasaannya .

Atas ridha Allah, Nafisah membuka jalan untuk Khadijah dan Muhammad.
Berangkatlah Rasulullah SAW besama Abu Tholib, Hamzah dan yang lain menemui paman Khadijah, Amru bin Asad untuk melamar Khadijah. Khadijah dan Muhammad Al-Amin akhirnyapun menikah.

Seusai akad nikah, disembelihlah beberapa ekor hewan kemudian dibagikan kepada keluarga, handai taulan, dan orang-orang fakir. Diantara mereka terdapat Halimah as-Sa’diyah yang mendapat 40 ekor kambing sebagai hadiah perkawinan yang mulia dari Khadijah, karena dahulu dia telah menyusui suami tercinta.

Maka jadilah Sayyidah Quraisy sebagai contoh yang paling utama dan paling baik dalam hal mencintai suami dan mengutamakan kepentingan suami dari pada kepentingan sendiri. Allah memberikan karunia pada rumah tangga tersebut berupa kebehagaian dan nikmat yang berlimpah, dan mengkaruniakan pada keduanya putra-putri yang bernama al-Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqqayah, Ummi Kalsum dan Fatimah.

Kemudian Allah Ta’ala menjadikan Muhammad al-Amin ash-Shiddiq menyukai Khalwat (menyendiri), beribadah kepada Allah di Gua Hira’ . Sayyidah ath-Thahirah tidak merasa keberatan. Meski terkadang harus berpisah jauh, beliau senantiasa menjaga dan menyelesaikan pekerjaannya di rumah.

Hingga pada suatu malam dibulan Ramadhan, ketika Muhammad al-Amin tengah  berkhalwat di gua Hira, datanglah Jibril dengan membawa kemuliaan dari Allah. Beliau sangat ketakutan, sekujur tubuhnya gemetar karena peristiwa yang baru saja dilaluinya. Sontak beliau berlari keluar dari gua menuju rumah menemui istrinya.

“Selimutilah aku ….selimutilah aku …” pinta Muhammad kepada sang istri sesampainya di rumah. Khadijah segera menyelimutinya dan berhasil meredakan kekhawatiran yang ada. kemudian Khadijah meminta keterangan perihal peristiwa yang menimpa sang suami, beliau menjawab:”Wahai Khadijah sesungguhnya aku khawatir terhadap diriku”.

Mendengar jawaban tersebut sang istri lantas berusaha menghibur dan menenangkannya. Maka menjadi tentramlah hati Nabi berkat dukungan tersebut. Khadijah selanjutnya mengajak Rasulullah SAW untuk menemui pamannya yang banyak mengetahui isi Kitab Taurat dan Injil, Waraqah bin Naufal.

Khadijah menceritakan apa yang telah terjadi pada suaminya. Mendengar hal tersebut membuat Waraqah nampak gembira. Lantas ia menjelaskan bahwa kejadian yang sama  juga dialami oleh Nabi Musa, pertanda bahwa suaminya telah diangkat menjadi seorang Nabi bagi umat ini.

Adapun Khadijah adalah seorang yang pertama kali meyatakan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya semenjak peristiwa tersebut. Selain beriman, beliau juga senantiasa mendampingi, menolong, menguatkan, dan membantu Rasulullah SAW dalam berdakwah serta menghadapi berbagai gangguan yang akan menyertai tugas mulia tersebut.

Tidak cukup disitu, ujian besar tidak berhenti menerpa Khadijah. Mulai dari kepergian Abdullah dan al-Qasim menghadap Allah tatkala keduanya masih kanak-kanak, harus berpisah dengan putrinya Ruqayyah, yang harus hijrah ke negeri Habsyah untuk menyelamatkan Islam dari gangguan orang-orang musyrik.

Selain itu Khadijah menghadapi sulitnya berdakwah yang harus dilakukan secara sembunyi-sembunyi, guna menghindari pertikaian dengan para kaum kafir Quraisy.  Hal tersebut tentu sangat mungkin terjadi karena Islam adalah agama Allah, Tuhan Yang Esa. Sementara keadaan saat itu kaum Quraisy tidak mengenal Tuhan yang Esa, begitu banyak berhala-berhala yang disembah oleh kaum kafir Quraisy dalam peribadatan sehari-hari.

Dakwah siriyyah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW berlangsung selama tiga tahun. Tepat setelah turun wahyu yang kedua, beliau mulai mendakwahkan risalah Islam secara terang-terangan.Tepat seperti yang diperkirakan, dakwah terang-terangan ini menimbulkan keriuhan di tengah masyarakat Mekkah saat itu.

Sedikit sekali dari mereka yang percaya akan ajaran yang dibawa oleh Nabi SAW. Dan kebanyakan dari mereka adalah kalangan bawah. Sementara para pemuka Mekkah menentang keras risalah Rasulullah. Mereka mengupayakan berbagai cara untuk  dapat menghentikan dakwah Rasulullah dan sahabat.

Dari penyiksaan, pengusiran, pemboikotan, dan pembunuhan. Sungguh berat rintangan yang harus dihadapi Rasulullah SAW dan pengikutnya .Tidak banyak pengikut Rasulullah yang kemudian mundur, kembali menjadi kafir karena takut akan perlakuan tersebut.

islamic quotes
https://id.pinterest.com/

Namun Khadijah tidak pernah sedikitpun ragu akan kerasulan suaminya, ia hadir sebagai penenang hati dan pendorong semangat Rasulullah. Selain selalu memberikan dukungan moril, Khadijah juga rela memberikan seluruh harta kekayaannya untuk diinfakkan di jalan Allah SWT.

Ketika kaum musyrik Quraisy melakukan pemboikotan kepada bani Hasyim dan Bani Muthalib, Siti Khadijah rela meninggalkan rumahnya untuk bergabung dengan Rasulullah dan Sahabat di syi’ib (pemukiman) bani Muthalib. Pemboikotan berlangsung dari tahun ketujuh kenabian sampai tahun kesepuluh kenabian. Mereka tidak dijinkan melakukan jual-beli dan bermasyarakat dengan suku lain.

Khadijah RA turut menyaksikan dan merasakan dari waktu ke waktu yang penuh dengan kejadian besar dan permusuhan. Tidak ada kata putus asa, sebab beliau melaksanakan setiap saat apa yang difirmankan Allah Ta’ala :

“Kamu sungguh-sungguh akan duji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberikan kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, ganguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang di utamakan “. (Ali Imran:186).

Usia yang semakin senja, tubuh yang melemah, ditambah dengan pemboikotan kaum kafir Quraisy, tidak membuat keimanan Khadijah RA berkurang, namun malah sebaliknya. Menjelang usianya yang ke 65 tahun, atau tiga tahun sebelum hijrah Nabi SAW, Khadijah kembali kehadapan Rabbnya. Kematian teman hidup sejatinya membuat Rasulullah SAW bersedih. Kurun waktu ini disebut sebagai “tahun dukacita”.

Khadijah RA adalah seorang istri yang bijaksana, mampu meletakkan urusan sesuai dengan tempatnya, dan mencurahkan segala kemamapuan untuk mendatangkan keridhaan Allah dan Rasul-Nya. Maka dari itu sangat tepat apabila Rasulullah SAW menyebut istri pertamanya ini termasuk dalam satu dari empat muslimah terbaik sepanjang masa.

 

]]>
http://kartunmuslimah.com/khadijah-cinta-pertama-rasul-saw/feed/ 0
Fatimah, Putri dan Istri Ideal http://kartunmuslimah.com/fatimah-putri-dan-istri-ideal/ http://kartunmuslimah.com/fatimah-putri-dan-istri-ideal/#respond Wed, 28 Mar 2018 12:47:50 +0000 http://kartunmuslimah.com/?p=267 Fatimah, Putri dan Istri Ideal
https://i.pinimg.com/

Fatimah, Putri dan Istri Ideal – Fatimah RA adalah buah cinta paling muda dari empat bersaudara dalam pernikahan Rasulullah SAW  dengan ibu para kaum Mukmin, Khadijah binti Khuwalid. Oleh Rasulullah SAW dianugerahi dua julukan.

Pertama yaitu ‘az-zahra’ yang memiliki arti “Yang Terang Gemilang” seperti wajahnya yang nampak berseri-seri, dan yang kedua adalah ’al-batul’, mengarah pada wataknya yang bersih, memutuskan hubungan dengan dunia untuk beribadah kepada Allah.

https://id.pinterest.com/

Masa Kecil Fatimah

Ketika itu Fatimah tengah berusia 5 tahun saat Nabi Muhammad SAW pertama kali menerima wahyu dari Jibril. Fatimah benar-benar menyaksikan dan merasakan bagaimana beratnya tugas yang diemban oleh sang ayah sebagai seorang rasul. Salah satunya, dia menjadi saksi pada peristiwa yang menunjukkan kebiadaban para kafir Quraisy terhadap sang ayah. Yaitu ketika dia mengunjungi Masjidil Haram bersama Rasulullah SAW.

Saat Rasulullah SAW menunaikan sholat, sekelompok kaum kafir Quraisy berkumpul mengelilingi beliau. Kemudian salah seorang dari kelompok tersebut mengambil kotoran sisa menyembelih hewan, dan melemparkannya ke arah bahu Rasulullah SAW  ketika beliau tengah bersujud.

Melihat kejadian tersebut Fatimah tidak gentar,  sebagi seorang gadis kecil dia justru menunjukkan keberaniannya dengan memindahkan kotoran tersebut dari ayahnya dan melempar balik kotoran tersebut kepada para kaum kafir. Seorang gadis, yang bahkan belum genap menginjak sepuluh tahun, berhasil membungkam sekelompok orang-orang kejam.

 

https://www.wikihow.com/

Masa Remaja Fatimah

Fatimah masih kerap mengalami dan menyaksikan kesedihan dan penderitaan meski telah menginjak usia remaja. Pertama, kepergian saudara-saudara perempuanya karena pernikahan mereka. Yang kemudian Ruqayyah dan Ummu Kulsum ternyata justru menderita penyiksaan mental yang berat setelah keduanya menikah dengan putra dari Abu Lahab, paman sekaligus tokoh nomor satu dalam perihal melakukan perlawanan terhadap Rasulullah SAW.

Selanjutnya adalah  keluarga dan para pengikut yang baru saja memeluk Islam dipaksa untuk meninggalkan rumah mereka sebab sikap kejam para kafir Quraisy yang semakin menjadi-jadi. Kaum Muslimin memilih hijrah ke Madinah demi menyelamatkan hidup mereka.

Awalnya Fatimah dan kakanya Ummu Kulsum tetap tinggal di Makkah sampai Nabi SAW  mengutus orang untuk menjemputnya, turut hijrah.Seiring berjalannya waktu, kehidupan di Madinah menjadi semakin sulit, dikarenakan kaum kafir Quraisy memberlakukan pelarangan makanan dan kontak apapun terhadap muslim.

Tidak lama setelah berbagai jenis pemboikotan yang terjadi, Fatimah menderita satu lagi kesengsaraan terbesar dalam hidupnya, yaitu dia harus menghadapi kematian sang ibu, Khadijah RA.

 

Kehidupan Rumah Tangga Fatimah

Fatimah dikenal mimiliki kepribadian yang lemah lembut dan senantiasa ingin membahagiakan orang-orang di sekitarnya. Dia sangat murah hati, membantu para kaum miskin dan yang membutuhkan, seringkali dia akan memberikan makanan miliknya meskipun hal itu membuat dirinya sendiri kelaparan.

Dia hidup dalam kehidupan yang sederhana dan rendah hati, tanpa peduli satu kemewahan apapun. Kehidupan yang seperti itu terus berlanjut dalam kehidupan pernikahannya dengan Ali bin Abu Thalib RA. Tidak seperti suami dua kakak perempuannya, Ali RA adalah seorang yang miskin, sehingga mengharuskan keduanya untuk bekerja sangat keras demi bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Keadaan Ali RA dapat tergambar pada masa awal ia melamar Fatimah. Suatu ketika Ali bin Abi Thalib datang kepada Rasulullah, lalu nabi Muhammad SAW bertanya, “Apakah engkau mempunyai sesuatu ?”, Tidak ada ya Rasulullah,” jawab Ali. “ Dimana pakaian perangmu yang hitam, yang saya berikan kepadamu,” Tanya Rasul. “ Masih ada padaku wahai Rasulullah,” kata Ali. Kemudian Rasulullah berkata,“Berikan itu kepadanya (Fatimah) sebagai mahar”.

Lalu Ali bin Abi Thalib bergegas pulang menuju rumah dan mengambil baju besinya. Rasulullah SAW lantas menyuruh menjualnya. Baju besi tersebut dijual kepada Utsman bin Affan seharga 470 dirham, kemudian diberikan kepada Rasulullah dan beliau menyerahkan uang tersebut kepada Bilal untuk membeli perlengkapan pengantin.

Kaum muslim saat itu bersuka cita atas perknikahan Fatimah dan Ali bin Abi Thalib. Keduanya  dikaruniai empat orang anak. Anak pertama yang diberi nama Al-Hasan lahir setelah setahun menikah. Saat Hasan genap berusia satu tahun, lahirlah Husein pada bulan Sya’ban tahun ke-4 H. Dilanjutkan pada tahun ke-5 H, Fatimah melahirkan anak perempuan bernama Zainab, dan yang terakhir benama Ummu Kultsum. Rasulullah SAW sangat dekat dengan cucu-cucunya, terutama Hasan dan Husain.

Kesulitan kehidupan rumah tangga juga tercermin melalui suatu peristiwa, ketika sang ayah berkunjung ke rumah pasangan tersebut. Pada kesempatan itu Fatimah yang merasa tidak kuat lagi menanggung beban berat kehidapan berumah tangga, menyampaikan suatu permintaan agar sang ayah bisa mengatakan kepada Ali untuk mempekerjakan seorang pembantu di rumah mereka.

Tidak serta merta mengiyakan, Rasul SAW kemudian memberikan petuah-petuah yang mampu menghilangkan rasa sedih sang anak, dan menjadikannya lebih bersabar dalam menjalani mahligai rumah tangga. Kehidupan pernikahan kedua pasangan ini menjadi semakin barakah. Semua berkat kesalehan dan kebajikan yang dimiliki oleh pasangan tersebut. Dan yang terpenting diatas segalanya adalah berkat doa dari Rasulullah dan keberkahan dari Allah SWT.

Meskipun disibukkan dengan kehidupan keluarga, Fatimah senantiasa mendedikasikan dirinya kepada kaum muslim di Madinah. Bersama dengan perempuan lainnya, dia memegang peran kunci dalam Perang Uhud dan Perang Parit, seperti merawat luka dan menyiapkan makanan.

 

Kasih Sayang Rasulullah SAW terhadap Fatimah

Rasullah sangat menyayangi Fatimah, setiap Rasulullah pulang dari bepergian, beliau akan  terlebih dahulu menemui Fatimah sebelum menemui istri-istrinya. Selain itu Rasulullah juga pernah mengungkapkan rasa cintanya kepada sang putri tatkala diatas mimbar.

“Sungguh Fathima bagian dariku, Siapa yang membuatnya marah bearti membuat aku marah”. Dan dalam riwayat lain disebutkan,” Fatimah bagian dariku, aku merasa terganggu bila ia diganggu dan aku merasa sakit jika ia disakiti.”.

Setelah Rasulullah SAW  menjalankan haji wada’ dan ketika ia melihat Fatimah, beliau menemuinya dengan ramah seraya berkata,” Selamat datang wahai putriku”. Lalu Beliau menyuruh duduk disamping kanannya dan membisikan “bahwa sesungguhnya Jibril telah membacakan al-Qura’an dengan hafalan kepada ku setiap tahun sekali, sekarang dia membacakannya setahun dua kali” lalu Beliau melanjutkan “Sungguh saya melihat ajalku telah dekat, maka bertakwalah dan bersabarlah, sebaik baiknya Salaf (pendahulu) untukmu adalah Aku”.

Mendengar hal tersebut membuat Fatimah menangis dengan keras. Tidak berselang lama, saat Fatimah masih tersedu-sedu dalam tangis, Rasulullah kembali  membisikkan “Wahai Fatimah apakah engkau tidak suka menjadi penghulu wanita-wanita penghuni surga? dan engkau adalah orang pertama dari keluargaku yang akan menyusulku”. Seketika Fatimah kembali tersenyum.

Tatkala enam bulan sejak wafatnya Rasulullah SAW, Fatimah jatuh sakit. Namun ia tidak bersedih, karena kabar gembira yang pernah disampaikan ayahnya saat itu. Tidak lama kemudian Fatimah berpulang ke sisi Allah SWT. Tepatnya pada malam Selasa, 13 Ramadhan tahun 11 H dalam usia 27 tahun.

Jika kita mengamati kehidupan singkatnya, bisa melihat bahwa dia adalah perempuan yang menginspirasi, seseorang yang memiliki keteguhan hati begitu kuat, kesetiaan, kerendahan hati, dan tidak mementingkan diri sendiri. Sungguh perempuan yang kuat dan shalihah, sosok teladan yang sesungguhnya, baik bagi muslim maupun muslimah.

 

]]>
http://kartunmuslimah.com/fatimah-putri-dan-istri-ideal/feed/ 0
Kesempurnaan Akhlak Rasul SAW http://kartunmuslimah.com/kesempurnaan-akhlak-rasul-saw/ http://kartunmuslimah.com/kesempurnaan-akhlak-rasul-saw/#respond Wed, 28 Mar 2018 12:45:58 +0000 http://kartunmuslimah.com/?p=274 Kesempurnaan Akhlak Rasul SAW
https://id.pinterest.com

Kesempurnaan Akhlak Rasul SAW – Akhlak berkaitan dengan tingkah laku atau perbuatan seseorang, yang dapat disebabkan oleh faktor  alamiah –sudah ada sejak lahir, atau biasa disebut dengan watak dan karena kebiasaan atau latihan. Akhlak dibedakan menjadi dua macam, yaitu akhlak terpuji dan akhlak tercela.

Islam adalah agama yang sangat memperhatikan bagaimana akhlak yang dimiliki oleh seorang hamba. Sesuai yang terdapat dalam surat AL Hujurat ayat 13 “…. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu…”

Al-Qur’an dan As Sunnah sebagai Way of Life muslim telah menyebutkan mengenai kedudukan akhlak. Dengan demikian sudah jelas bahwa kita sebagai muslim harus senantiasa berlomba-lomba untuk berakhlakul karimah.

Konsep akhlak yang diatur dalam ajaran agama Islam mencakup seluruh ruang lingkup kehidupan manusia. Sehingga tidak terbatas hanya pada bagaimana seorang hamba berperilaku terhadap Tuhannya –Allah  SWT, melainkan juga kepada manusia dengan sesamanya. Seperti firman Allah SWT dalam surat An-Nisaa ayat 36 yang artinya :

”Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”

Bukan menjadi hal sulit sebenarnya untuk bisa menjadi sosok muslim yang senantisa berperilaku demikian, sebab Allah telah menurunkan sosok teladan terbaik sepanjang masa bagi kita semua yaitu Nabi Muhammad Saw. hal tersebut dijelaskan sendiri oleh Nabi dalam satu riwayat Hadis Sahih: “Sesungguhya aku diutus untuk meyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR Bukhari).

Meneladani Rasulullah SAW. dapat dimaknai dengan berperilaku seperti apa yang dilakukan oleh beliau semasa hidupnya. Sehingga mempelajari hadits adalah kuncinya, karena yang dimaksud Hadits adalah segala ucapan dan perilaku Rasulullah SAW.

Berikut merupakan beberapa hadits yang menjelaskan mengenai masing-masing akhlak yang harus dimiliki oleh seorang muslim :

  • Akhlak kepada Allah SWT

Muslim berakhlakul karimah kepada Allah SWT. , mereka yang beriman dan bertakwa kepada Allah. Yaitu dengan  mereka yang senantiasa melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi segala apa yang dilarang-Nya, serta tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.

Abu Hurairah Abdur Rahman bin Sahr ra. berkata, Aku mendengar Rasulullah saw bersabda : Apa yang kularang untuk kalian maka tinggalkanlah dan apa yang kuperintahkan kepada kalian, maka laksanakanlah sesuai dengan kemampuan kalian sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah banyaknya pertanyaan dan perselisihan terhadap para Nabi mereka.
(HR Bukhari Muslim)

Bentuk perwujudan seorang muslim terhadap apa yang telah diperintahkan Allah SWT. misalnya adalah dengan melaksanakan sholat fardhu dan berpuasa Ramadhan, seperti pada hadits berikut :

Abu Abdillah Jabir bin Abdillah Al-Anshari ra. menerangkan bahwa ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah saw, Ia berkata : Bagaimana pendapatmu, jika aku telah mengerjakan shalat maktubah (shalat fardhu lima waktu), berpuasa Ramadhan, menghalalkan yang halal, dan mengharamkan yang haram, dan aku tidak menambahnya dengan suatu apa pun. Apakah aku bisa masuk surga?  Beliau menjawab : YA. (HR. Muslim)

Setelah mengetahui hadits diatas, masih adakah yang enggan menjalankan perintah Allah SWT.? Terlebih lagi jika kemudian kita mampu untuk senantiasa menjaga amalan tersebut, maka semakin bertambahlah iman kita dan sempurnalah Islam dalam diri kita. InsyaAllah.

  • Akhlak terhadap sesama

O Allah, bless our master Muhammad ï·º with the very best of Your blessings. #whoismuhammad #muhammad #prophet #allah #islam #beauty #beloved #botb #beauty_of_the_beloved #beautyofthebeloved #beauty_beloved_

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa hidup tanpa keberadaan manusia yang lain. Manusia antara satu dengan yang lain pastilah saling memiliki ketergantungan. Sehingga perlu dibangun interaksi yang baik, demi terciptanya suatu tatanan yang baik pula dalam kehidupan bermasyarakat.

Sebagaimana Rasulullah SAW. yang tidak hanya dikenal sebagai ahli ibadah, melainkan juga karena perangainya yang baik dengan orang-orang disekitarnya. Misalnya saja sebagai upaya menciptakan berkehidupan rumah tangga yang haromonis, beliau menuturkan pentingnya diantara suami-istri untuk saling memenuhi masing-masing hak dan kewajibannya. Seperti dalam hadits berikut ini :

Akhlak terhadap istri

Dari Hakim bin Mu’awiyah dari bapaknya bahwa bapaknya berkata : wahai Rasulullah ! apakah hak seorang istri yang harus dipenuhi oleh suaminya ? maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab : kamu memberi makan kepadanya jika kamu makan, dan kamu memberinya pakaian jika kamu berpakaian dan engakau tidak memukul mukanya, tidak menjelek-jelekkannya ( tidak berkata : semoga Allah memburukkan wajahmu ) dan tidak meninggalkannya kecuali dalam rumah. (HR. Abu Daud)

Akhlak terhadap suami

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya : wanita yang bagaimanakah yang paling baik ? maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab : yang menyenangkannya (suaminya) jika ia memandangnya, taat kepadanya jika dia memerintahkan, dan dia tidak menyelisihinya dalam dirinya dan hartanya dengan sesuatu yang dibencinya. HR. Nasa’i.

Akhlak terhadap tetangga, tamu, dan orang lain

Kemudian mengenai bergaul orang disekitar kita juga tidak ketinggalan. Salah satunya sepeti yang terdapat dalam HR Bukhari dan Muslim bahwa barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia menghormati tetangganya, dan  memuliakan tamunya.

Selain itu dalam suatu hadis Rasulullah SAW menjelaskan, ”Janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling mendengki, dan janganlah kamu saling menjatuhkan. Dan, hendaklah kamu menjadi hamba Allah yang bersaudara dan tidak boleh seorang Muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari.” (HR Anas).

Yang tidak kalah penting dan lebih spesifik lagi adalah mengetahui apa yang menjadi kewajiban atas muslim yang lain seperti dalam hadits berikut :

Dari Abu Hurairah ra, bersabda Rasulullah SAW : “Hak orang muslim dengan muslim lainnya ada lima hal, yaitu menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengantarkan jenazah, mengabulkan undangan dan mendoakan yang bersin.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Setiap akhlak baik yang coba kita lakukan kepada orang-orang disekitar kita, sebenarnya adalah sebuah manifestasi bagi diri kita sendiri. Karena sekecil apapun amal shaleh yang kita lakukan, pasti Allah mengatahuinya dan diberikan pula ganjaran oleh-Nya. Seperti yang disampaikan oleh Abu Hurairah ra, bahwa Nabi SAW pernah bersabda :

Barang siapa yang membebaskan orang mukmin dari kesempitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari kesempitan di hari Kiamat.

Barang siapa yang memberi kemudahan orang yang mengalami kesulitan maka Allah akan memberi kemudahan kepadanya di dunia dan akhirat.

Barang siapa menutupi aib orang muslim maka Allah menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya.

Barang siapa yang meniti jalan untuk memperoleh ilmu, maka Allah akan memberikan kemudahan baginya jalan menuju surga. Tidak lah suatu kaum berkumpul di rumah Allah (masjid), membaca kitab Allah dan mempelajarinya, niscaya turun kepada mereka ketentraman, rahmat meliputi mereka, para malaikat berkerumun di sekelilingnya dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang berada di sisi-Nya.

Barang siapa amalnya selalu terlambat (kurang), maka nasabnya tidak akan dapat menyempurnakannya.(HR. Muslim). Sungguh janji Allah SWT. nyata adanya, maka marilah kita berusaha semaksimal mungkin untuk bisa meneladani sosok Rasulullah SAW. dalam keseharian kita. Wallahu a’lam bis-shawab.

]]>
http://kartunmuslimah.com/kesempurnaan-akhlak-rasul-saw/feed/ 0