Biografi Aisyah binti Abu Bakar; Benarkah Aisyah Ra Pencemburu?

kartun muslimah Aisyah binti Abu Bakar
http://www.imgrum.org

KARTUN MUSLIMAH — Sahabat kartun muslimah, postingan kali ini saya ingin mengajak Anda untuk lebih mengenal Siti Aisyah. Wanita ini adalah wanita tercerdas kesayangan Rasullullah SAW. pastinya diantara kalian sudah tidak asing mendengar nama Aisyah. Memang tidak heran, nmanya menggema di seluruh penjuru dunia.

Maka dari itu, tidak ada salahnya jika kita kembali membaca lembaran-lembaran kisah hidupnya yang luar biasa. Dia adalah wanita yang paling dicintai Rasullullah SAW. setelah ayahnya. Dia adalah wanita suci dan disucikan, karena Allah telah mengumumkan kesuciannya dari tujuh lapis langit.

Dia adalah wanita yang bertakwa, bersih, ahli wara’ dan ahli zuhud. Dia adalah Aisyah binti Abu Bakar, semoga Allah meridhainya.

Biografi Aisyah binti Abu Bakar Terlahir dari Keluarga Suci nan Berkah

Aisyah adalah putera dari Abu Bakar ash-Shiddiq, manusia yang paling utama setelah para nabi dan rasul. Dia adalah orang kedua dari dua orang yang berada di gua dan orang yang paling dicintai oleh Rasullullah SAW.

Abu Sa’id Al-Khudri ra. meriwayatkan bahwa Rasullullah SAW. bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling menjadi anugerah bagiku, baik dalam persahabatan maupun hartanya adalah Abu Bakar. Sekiranya aku boleh menjadikan seseorang sebagai khalil, selain Tuhanku, maka aku akan menjadikan Abu Bakar sebagai khalil-ku. Akan tetapi, aku hanya bisa menjadikannya sebagai saudara se-Islam dan saling mencintai karenanya. Semua pintu rumah yang menghadap langsung ke masjid harus ditutup, kecuali pintu rumah Abu Bakar.” (Muttafaq ‘alaih)                   

Ibunya adalah seorang sahabat wanita terkemuka, yakni Ummu Ruman binti ‘Amir. Dia adalah sosok sahabat yang banyak menorehkan jasanya kepada Islam.

Saudara perempuan kandungnya adalah Asma’ binti Abu Bakar yang sangat terkenal dengan gelar Dzaatun Nithaaqain (pemilik dua selendang).

Suami dari saudara perempuannya tersebut dikenal dengan gelar Hawaari Rasullullah SAW. yang artinya pembela setia Rasullullah, yakni tak lain adalah Zubair bin Awwam. Zubair sendiri adalah sepupu Rasullullah SAW. yang termasuk kedalam sepuluh orang yang dijamin masuk surga, serta orang pertama yang menghunus pedang di zaman Allah.

Kakek Aisyah dari pihak ayah adalah Abu Quhafah yang turut masuk Islam dan menjadi sahabat Rasullullah SAW.

Neneknya dari pihak ayah adalah Ummul Khair Salma binti Shakhr yang turut pula masuk Islam dan menjadi sahabat wanita Rasulullah.

Tiga orang bibinya dari pihak ayah tergolong sahabat wanita Rasulallah, yaitu Ummu ‘Amir, Quraibah, dan Ummu Farwah. Semuanya merupakan putri Abu Quhafah.

Dan saudara kandung lelakinya adalah Abdurrahman bin Abu Bakar, seorang lelaki yang pemberani dan ahli memanah yang tersohor.

Itulah biografi Aisyah beserta silsilah keluarganya yang penuh berkah. Aisyah yang terlahir dari keluarga suci dan dalam kondisi islami, jika diibaratkan ia bagaikan keluar dari akarnya dan hidup di antara dahan-dahannya, sehingga tumbuh mekar dan menjadi bunga yang sangat indah di tengah-tengah manusia.

Pernikahan Berkah yang Melukiskan Sejarah

kartun muslimah Biografi Aisyah binti Abu Bakar; Istri Kesayangan Rasulullah Saw
https://drawinglics.com

Aisyah dipinang oleh Rasullulah pada usia 6 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun, dimana saat itu Aisyah menjadi istri ketiga Nabi Muhammad SAW setelah khadijah dan Saudah binti Zam’ah. Aisyah pula merupakan satu-satunya istri yang dinikahi saat masih gadis.

“Rasullullah menikahi (akad) saat aku berusia 6 tahun. Saat tiba di Madinah, kami tinggal di perkampungan bani Al-Harist bin Khazraj. Aku sempat sakit demam hingga rambutku rusak. Ketika rambutku mulai tumbuh kembali, ibuku, Ummu Ruman menemuiku. Saat itu, aku sedang bermain dengan anak-anak sebayaku di atas kayu. Ibuku memanggil dan aku langsung menemuinya. Aku tidak tahu maksudnya memanggilku. Ibu langsung mengepit tanganku dan membawaku pulang ke rumah. Sampai di depan pintu rumah, napasku masih tersengal-sengal. Aku dibiarkan beristirahat sejenak hingga napasku normal kembali. Kemudian, ibu mengambil air untuk membersihkan muka dan kepalaku lalu membawaku masuk ke rumah. Ternyata, di dalam rumah telah berkumpul sejumlah wanita Anshar yang segera menyambutku, ‘Semoga kebaikan dan keberkahan menyertaimu.’ Ibu menyerahkanku kepada mereka untuk dirias.  Sampai saat itu ku belum sadar apa yang sebenarnya sedang terjadi hingga ketika tiba waktu dhuha aku dikejutkan dengan kedatangan Rasullullah SAW.  Melihat kedatangan beliau, wanita-wanita Anshar pergi dan membiarkan aku bersama beliau. Saat iku aku berusia 9 tahun.” ((Muttafaq ‘alaih)

Nabi SAW menikah lagi setelah Khadijah wafat. setelah selang beberapa lama Nabi menikahi seorang janda bernama Saudah binti Zam’ah. Tak lama kemudian datanglah wahyu dari Malaikat Jibril mengenai Aisyah.

Wahyu tersebut merupakan kemuliaan terbesar yang pernah terjadi pada seorang wanita di muka bumi ini. Dari wahyu tersebut, Nabi SAW membuat keputusan untuk menikahi Aisyah r.a.

Perintah menikahi Aisyah sendiri berdasarkan wahyu atau petunjuk yang datang dari langit. Rasullullah pernah melihatnya dalam mimpi selama tiga malam. Dalam mimpinya itu, Jibril datang dengan membawa gambar Aisyah seraya berkata, “Ini adalah istrimu di dunia dan akhirat.”

Aisyah ra. menuturkan bahwa Rasullullah saw. Bersabda, “Aku bermimpi selama tiga malam. Malaikat datang kepadaku dengan membawa gambarmu dalam sepotong kain sutra seraya berkata, ‘Inilah istrimu.”Lalu, aku buka kain penutup wajahmu, ternyata itu adalah gambarmu. Saat itu aku bergumam, jika ini kehendak Allah, maka pasti terlaksana.” (Muttafaq ‘alaih)    

Merupakan satu kemuliaan tersendiri bagi bunda kaum muslimin, Aisyah menjadi istri Nabi SAW berdasarkan perintah Allah SWT. Apalagi beliau dijanjikan menjadi istri dunia akhirat Rasullullah SAW.

Walaupun saat menikah, usia Aisyah masih sangat kecil, namun ia sudah menanti masa paling indah saat masuk rumah Rasullullah SAW. sebagai istri manusia paling agung sepanjang zaman dan ibu bagi seluruh orang yang beriman sepanjang masa.

Kisah pernikahan berkah ini termasuk salah satu sejarah dalam peradaban Islam. Apalagi Aisyah banyak membantu Nabi SAW dalam menegakkan Islam di muka bumi.

Keistimewaan dan Kedudukan Aisyah r.a

Wanita Tercerdas yang Haus dan Luas Ilmu– Imam Adz-Dzahabi dalam Siyar A’laam An-Nubalaa’ berkata, “Aisyah putri pemimpin terbesar orang-orang yang Shiddiq dan khalifah Rasullullah saw. Al-Qurasyiyyah, At-Taimiyyah, An-Nabawiyyah, ibunda orang-orang yang beriman dan istri Nabi saw. Dia adalah wanita yang paling luas ilmunya diantara seluruh wanita umat ini.”

Selama sembilan tahun lamanya hidup dengan Rasullullah SAW. Aisyah dikenal sebagai pribadi yang selalu haus akan ilmu pengetahuan. Semangat belajar dalam menuntut ilmu dari Nabi SAW, membuat Aisyah banyak menguasai berbagai bidang ilmu.

Diantara ilmu yang dikuasai oleh Aisyah yaitu, ilmu al-qur’an, hadist, fiqih, bahasa arab dan syair. Keilmuan Aisyah bahkan tidak diragukan lagi karena beliau adalah orang terdekat Rasulullah yang sering mengikuti pribadi Rasulullah. Banyak wahyu yang turun dan  disaksikan Aisyah.

Kecerdasan akan keilmuan yang dimiliki Aisyah bahkan tidak ada yang menandingi. Bahkan beliau dijadikan tempat bertanya para kaum wanita dan para sahabat tentang permasalahan hukum agama maupun permasalahan lain.

Periwayat Hadist yang Ulung – Aisyah terkenal sebagai satu-satunya perempuan yang banyak menghapalkan hadist-hadist Rasulullah. Beliau mendapat gelar Al-Mukatsirin (orang yang paling banyak meriwayatkan hadist).

Terdapat 2210 hadist yang pernah diriwayatkan oleh Aisyah r.a. diantaranya terdapat 297 hadist dalam kitab shahihain dan terdapat 174 hadist yang mencapai derajat muttafaq ‘alaih. Maka dari itu, wajar bila para ahli hadist menempatkan Aisyah pada posisi kelima penghafal hadist setelah Abu Hurairah, Ibnu Umar, Anas bin Malik dan Ibnu Abbas.

Aisyah r.a, Idola Muslimah Masa Kini

Tepat pada tanggal 17 Ramadhan setelah shalat witir, pada tahun 58 Hijriyah, Ummul mukinin Aisyah ra. menghembuskan napas terakhir dan kembali keharibaan Tuhannya dengan penuh keridhaan.

Jasad Aisyah dikuburkan di Pekuburan Baqi’. Sebelum itu, Abu Hurairah ra. mengimami shalat jenazah. Banyak sekali kaum muslimin yang hadir dalam shalat tersebut.

Untuk menutup kisah Aisyah yang penuh kecerdasan, kecantikan, keagungan dan keistimewaan ini, alangkah baiknya jika sosok Aisyah dijadikan idola setiap muslimah di dunia.

Aisyah, sangat luar biasa. Bahkan, tidak ada keraguan mengenai wanita suci ini. Maka dari itu, sudah sepatutnya jika muslimah saat ini menjadikannya sebagai panutan dan motivator dalam kehidupan sehari-hari.

 

Referensi: Buku 35 Sirah Shahabiyah jilid 1 karya Mahmud Al-Mishri

 

Biografi Siti Khadijah : Isteri Pertama Penakluk Hati Rasullullah

Biografi Siti Khadijah : Isteri Pertama Penakluk Hati Rasullullah
Pixabay.com

KARTUN MUSLIMAH — Jika ada yang bertanya siapa wanita pertama yang mengisi relung hati Rasullullah, sudah pasti jawabannya ialah Khadijah. Wanita mulia keturunan agung yang ikhlas menemani Rasullullah dalam menegakkan Islam di muka bumi.

Khadijah, seorang istri yang mengorbankan seluruh harta kekayaan dan tenaganya hanya untuk perjuangan suami tercinta. Wanita pertama yang beriman kepada Allah SWT dan yang meyakini bahwa suaminya adalah utusan-Nya.

Pahit manis kehidupan dakwah, ia jalani dari titik terendah hingga tegaknya Islam di muka bumi bersama Rasullullah. Wajarlah jika Nabi Muhammad tidak akan pernah melupakan sosok pertama yang mengetuk pintu hatinya tersebut.

Biografi Siti Khadijah, Siapakah Ia?

Khadijah atau biasa kita panggil beliau Siti Khadijah adalah istri pertama Nabi Muhammad SAW. Ia merupakan putri Khuwailid bin As’ad bin Abdul Uzza bin Qushai bin Kilab al-Qurasyiyah al-Asadiyah.

Dalam pembahasan mengenai biografi Siti Khadijah ini, kita tak bisa lepas dari latar belakang keluarganya. Dilahirkan pada tahun 68 sebelum hijrah, dari keluarga yang sangat kaya raya, mulia, bahkan sangat terhormat. Oleh karena itu, tak heran jika Khadijah tumbuh menjadi wanita cerdas, berjiwa luhur dan terdidik.

Tepat tahun 575 Masehi, ibunda dari Khadijah meninngal dunia. Sepuluh tahun kemudian ayahandanya pun menyusul. Sebagai anak konglomerat, maka sepeninggal kedua orangtuanya, khadijah dan saudara-saudaranya mewarisi kekayaan yang berlimpah.

Khadijah adalah sosok pebisnis ulung. Kekayaan yang berlimpah ruah tak pernah membuat Khadijah lengah. Ia sadar bahwa kekayaan akan membuat manusia lengah, bahkan lupa daratan, jika tidak dipergunakan dengan baik dan benar.

Meski diwarisi harta yang berlimpah namun tak menyurutkan semangat Khadijah untuk selalu bekerja keras. Ia tak pernah bermalas-malasan, justru sebaliknya Khadijah mempunyai tekad untuk terus mengembangkan bisnis orangtuanya. Karena itulah, ia pun mengambil alih bisnis keluarganya.

Kisah Kehidupan Asrama Khadijah

Sebelum menikah dengan Nabi, Khadijah pernah menjadi isteri dari ‘Atiq bin Abid dan Abu Halah bin Malik dan telah dikaruniai empat orang anak. Dua dengan suaminya yang bernama ‘Atiq, yaitu Abdullah dan Jariyah, dan dua dengan suaminya Abu Halah yaitu Hindun dan Zainab.

Sebagaimana dijelaskan dalam Tarikh at-Thobary II/211, bersama ‘Atiq beliau dikaruniai puteri yang kemudian meninggal dunia. Setelah ‘Atiq meninggal dunia, beliau menikah dengan Abu Haalah bin Zaraarah yang merupakan keturunan Abd ad-Daar bin Qushay, pernikahan beliau dengan Halaah dikaruniai putera yang diberi nama Hindun bin Abu Haalah.

Setelah Abu Haalah meninggal dunia, beliau kemudian menikah dengan Rasullullah SAW dengan membawa Hindun bin Abu Haalah bersamanya, pernikahan beliau bersama Nabi dikaruniai delapan putera yaitu : Al-Qaasim. at-Thoyyib, at-Thoohir, Abdullah, Zaenab, Ruqayyah, Ummi Kultsum dan Fatimah az-zahraa.

Jatuh Hati Pada Kemuliaan Muhammad

Kisah awal hubungan percintaan antara Khadijah dengan Nabi Muhammad SAW bukanlah berhubungan dengan pacaran atau hubungan lain seperti zaman sekarang ini. Kisahnya terjalin sebelum menjadi nabi, Muhammad telah bekerja di bawah perusahaan milik Khadijah. Nabi mengurusi barang-barang dagangan milik Khadijah untuk diekspor ke Syam.

Tugas ini dilakukan Muhammad dengan karyawan lainnya yakni Maisyarah. Dalam perdagangan inilah kepribadian nabi yang sangat mulia terbaca oleh Khadijah. Setiap kali pulang berdagang Maisyarah selalu melaporkan tentang perjalanannya, keuntungannya dan hal-hal yang terkait dengan perdagangan dan watak mulia Muhammad.

Dari laporan Maisyarah tentang kepribadian Muhammad yang mulia, yang penuh dengan budi pekerti agung, penuh kejujuran, dan kemampuan menjalankan bisnis secara professional, semakin membuat Khadijah mengagumi sosok Muhammad. Diam-diam ia menyimpan hati pada karyawannya sendiri.

Menikah dengan Rasullullah

Awal kelanjutan kisah ini terjadi melalui pamannya Muhammad yakni Abu Thalib. Khadijah wanita pemberani tersebut mengatakan padanya bahwa ia ingin menikah dengan Muhammad. Hingga saat itu terjadi, Muhammad bersedia dengan sepenuh hati menerima Khadijah sebagai isterinya.

Tibalah saat yang sakral dan bahagia, Muhammad menikah dengan Khadijah. Dengan maskawin 20 ekor unta muda. Pernikahan ini terjadi pada tahun 595 Masehi. Pernikahan agung ini berlangsung dari keluarga Khadijah yang diwakili oleh paman Khadijah, ‘Amr bin As’ad. Sedangkan dari pihak keluarga Muhammad sendiri diwakili oleh paman Muhammad, Abu Thalib dan Hamzah.

Mahligai rumah tangga antara Muhammad dan Khadijah berlangsung selama 25 tahun yaitu 15 tahun sebelum menerima wahyu pertama dan 10 tahun setelahnya hingga wafatnya Khadijah, kira-kira 3 tahun sebelum hijrah ke Madinah. Khadijah tutup usia pada usia 50 tahun.

Istimewanya Khadijah di Mata Rasullullah

Khadijah adalah wanita pertama yang menaklukan hati Rasullullah. Beliau adalah isteri pertama yang tak pernah dimadu. Sebab semua isteri nabi yang telah dimadu dinikahi setelah Khadijah wafat. Ini merupakan hal yang istimewa bagi Khadijah.

Selain itu, semua putra dan putri nabi, kecuali Ibrahin adalah anak kandung Khadijah. Pernikahannya dengan Khadijah menghasilkan enam keturunan yaitu, Al Qasim, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, Fatimah, dan Abdullah.

Rasullullah yang terlahir sebagai yatim dan kehilangan ibunda di masa kanak-kanak sepertinya telah menemukan sebuah cinta yang kuat pada Khadijah. Seorang wanita dengan selisih usia beberapa tahun di atas beliau, tentu bagaikan ibu yang penuh kasih ketika kekanakan seorang lelaki sesekali hadir memberi warna.

Khadijah merupakan seorang janda yang begitu teguh hati, penuh pengalaman hidup dan matang tentu saja membuat Muhammad merasa memiliki teman hidup dalam meraih kedewasaan dan kemuliaan akhlak. Khadijah seolah hadir menjadi bagian skenario Allah dalam mempersiapkan kenabiannya.

Peran Khadijah Dalam Kehidupan Rasullullah

Khadijah adalah perempuan pertama yang masuk islam. Hal ini menambahkan sisi ke istimewaan dari Khadijah. Ia juga selalu hadir di saaat yang genting dalam hidup Rasullullah.

Ia berperan mendampingi Rasullullah di masa-masa yang berat. Ketika dakwah Nabi ditindas, ketika risalah ditentang keras, dan sahabat-sahabat Rasullullah mengalami penyiksaan dan penganiayaan yang tak tertahankan.

Khadijah dengan sigap hadir dengan jiwa dan hartanya untuk membenarkan, membela, dan menjaga beliau dari para pencaci, pendengki, dan musuh dakwah. Kekuatan cinta Khadijah lah yang bisa menghangatkan beliau ketika angin cobaan menerpa.

Cinta Khadijah menenteramkan Rasullullah ketika gelisah dan ketakutannya meraja. Cinta Khadijah menguatkannya ketika lelah dan lemah mulai menyerang urat syarafnya. Cinta agung Khadijah hadir melengkapi kesempurnaan kehidupan Muhammad.

Sahabat-sahabat Khadijah banyak yang memanggil Khadijah dengan julukan “Ratunya Makkah”. Ia juga dikenal dengan julukan at-Thahirah, yaitu “yang bersih dan suci”. Julukan tersebut mempunyai makna bahwa Khadijah adalah perempuan yang patut menjadi teladan bangsa Arab.

Berpulangnya Khadijah

Khadijah jatuh sakit, hal ini menyebabkan kondisi kesehatan Khadijah semakin memburuk. Dalam sakit yang tidak terlalu lama, maka wafatlah seorang perempuan suci dan isteri nabi yang sabar, teguh imannya dan luar biasa dermawan, yang rela mengorbankan seluruh jiwa dan hartanya untu perjuangan nabi.

Sayyidah Siti Khadijah al-kubra binti Khuwailid wafat di usia 65 tahun pada tanggal 10 Ramadhan tahun ke-10 kenabian, atau tiga tahun sebelum hijrah ke Madinah atau 619 Masehi.Beliau dimakamkan di dataran tinggi Mekkah, yang dikenal dengan sebutan al-Hajun.

Bangga Menjadi Muslimah

KARTUN MUSLIMAH – Sahabat muslimah, adakah diantara kita yang belum merasakan kebanggaan sebagai seorang muslimah?

Saat teman-teman kita tampil menawan dengan potongan rambut ala artis-artis ternama. Adakah diantara kita yang masih berjalan tak percaya diri karena jilbab yang dikenakannya?

Saat teman-teman  hangout tampil fashionable dengan baju-baju yang lagi ngetren namun mengumbar aurat. Adakah diantara kita yang merasa tak nyaman untuk bergabung karena pakaian muslimah kita yang longgar dan menutup semua aurat kita tak masuk dalam daftar trand fashion tahun ini?

Saat teman-teman kita memiliki banyak teman lelaki baik di dunia maya maupun dunia nyata, adakah kita merasa kuper dan tak gaul karena kita membatasi interaksi dengan lawan jenis?

Jika jawabannya tidak, Alhamdulillah. Jika jawabannya iya, mungkin sahabat muslimah perlu membaca habis tulisan ini. Saya ingin memberi sedikit bocoran ke sahabat muslimah semua, mengapa kita harus bangga menjadi seorang muslimah. (Ssst walaupun ini bocoran jawaban, tapi boleh kok dibagi ke temen-temennya..)
Pakaian Muslimah adalah Tanda Ketinggian Peradaban

Sahabat muslimah, tahukan sahabat bahwa Allah itu indah dan menyukai keindahan? Sehingga apa yang Allah ciptakan selalu memiliki nilai keindahan luar biasa. Salah satu bukti indahnya maha karya Allah adalah penciptaan manusia. Khususnya wanita.

Kamu, ya kamu sahabat muslimah, kita adalah salah satu tanda Maha indahnya Allah. Allah menjadikan setiap bagian dari wanita itu indah. Setiap sisi dari wanita itu menarik. Hmm gak perlukan saya jelasin disini indahnya dimana?

Nah, jika kita mampu mensyukuri nikmat Allah ini, dengan menjaga diri kita sesuai aturan Allah yang menciptakan kita, maka itu akan menjadi kemuliaan bagi kita.

Namun keindahan fisik ini bisa menjadi jalan kehinaan bagi wanita jika kita tak mampu menjaga amanah ini. Keindahan fisik bukan untuk diumbar pada semua orang. Karena itu justru akan mengundang keburukan bagi kita.

Allah menciptakan manusia memiliki akal sementara hewan hanya memiliki insting. Karena hewan tidak memiliki akal maka ia memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menggunakan insting. Dan untuk memenuhi kebutuhan seksualnya, hewan menggunakan fisiknya untuk menarik perhatian lawan jenisnya. Tapi memang itulah sunnatullahnya.

Adapun kita manusia, dengan karunia akal dari Allah, kita memiliki cara yang lebih baik utuk memenuhi kebutuhan kita. Dengan akal manusia  mempunyai pilihan untuk menjadi makhluk paling mulia atau justru paling hina.

Maka Maha suci Allah yang membuat aturan bagi seorang wanita untuk menjaga kehormatannya. Yang akan menunjukkan bahwa kita adalah makhluk berperadaban. Salah satunya dengan menutup aurat dengan sempurna.

Tanpa memamerkan keindahan rambut, bersih dan lembutnya kulit, serta indahnya bentuk tubuh, menjadikan seorang muslimah terhindar dari lirikan nakal, colekan genit, hingga pelecehan.

Allah muliakan kita dengan menjadikan diri kita berharga, yang keindahannya tak untuk diobral pada semua orang, yang hanya boleh disentuh oleh lelaki yang menghalalkan diri kita dengan bersaksi dihadapan orangtua kita dan Allah tentunya untuk memuliakan kita.

Sahabat muslimahku, dengan menyadari hal ini, maka menutup aurat dengan sempurna adalah ukuran bahwa kita para wanita sudah menyadari betapa diri kita adalah berharga. Pakaian muslimah yang menutup aurat dengan sempurna adalah tanda ketinggian peradaban manusia. Maka seharusnya kita bangga dengan busana muslimah yang kita kenakan.

Seorang Muslimah Dinilai dari Kualitas Dirinya bukan Fisiknya

Saat wanita sudah menutup auratnya dengan sempurna, maka wanita tidak lagi dinilai dari cantiknya, seksinya, atau daya tarik fisik lainnya.

Seorang muslimah akan dilihat dari kualitas dirinya; dari kepribadiannya; kecerdasannya; karyanya dan tentunya ketaqwaannya pada Allah. Sebagaimana Allah pun tidak melihat kita dari fisik maupun harta, tapi pada hati dan amal.

Sabda Rasulullah “Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kalian dan tidak pula harta benda kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amalan kalian”.

Sahabat muslimah, beruntunglah kita saat kita dihargai dari kualitas diri. Artinya kita memiliki kesempatan untuk terus memperbaiki diri. Sementara jika kita dinilai dari fisik, mungkinkah kita merubah ciptaan Allah?
Hanya Islam yang memuliakan wanita dengan penghargaan yang tinggi

Nah, untuk yang satu ini kita para muslimah harus banyak bersyukur pada Allah. Cobalah sahabat muslimah pelajari agama-agama lain. Manakah agama yang memuliakan wanita sebaik Islam memuliakan muslimah?
Ini nih beberapa contoh yang membuktikan betapa Islam sangat memuliakan wanita.

Pertama, Allah memuliakan wanita dengan perannya sebagai ibu. Sebuah hadis yang sangat kita hafal, Rasulullah mengatakan bahwa “surga dibawah telapak kaki ibu”. Ridho ibu menjadi jalan surga bagi seorang muslim/muslimah.

Kedua, Allah muliakan wanita melalui perannya sebagai istri. Nabi kita  yang muliabersabda:

“Sebaik-baik orang di antara kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya dan aku adalah orang yang paling baik di antara kalian terhadap istriku”.

Dalam hadis ini Rasulullah menjadikan ukuran baiknya seorang laki-laki adalah dari bagaimana sikapnya memperlakukan istrinya.

Ketiga, saat di zaman jahiliyah dulu memiliki anak perempuan adalah aib besar, dengan islam Allah tinggikan derajat wanita dengan berbagai keutamaan. Salah satunya sabda nabi tentang mengasuh anak perempuan,

“Barangsiapa yang mengayomi dua anak perempuan hingga dewasa maka ia akan datang pada hari kiamat bersamaku”.

Hadis ini menjelaskan tentang keutamaan berbuat baik kepada anak perempuan, memberi nafkah kepada mereka, dan bersabar mengurus urusan mereka. Kita sebagai anak perempuan dari orang tua kita bisa menjadi jalan surga bagi kedua orang tua kita. Subhanallah.

Sahabat muslimah, dengan menyadari semua ini, masih adakah alasan bagi kita untuk tak bangga dan bersyukur menjadi seorang muslimah?