Wanita Sholeha Idaman Surga

https://i.pinimg.com/

Wanita Sholeha Idaman Surga – “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholeha” HR.Muslim dari Abdullah Ibn Amr

‘Semoga menjadi anak sholeha’,’Semoga jadi istri sholeha’, menjadi wanita sholeha rupanya bukan sekedar impian dari setiap muslimah di dunia. Melainkan juga harapan dan doa dari orang-orang di sekitar muslimah itu sendiri.

Pada hari-hari besar, seperti hari lahir da hari pernikahan, tidak sedikit orang yang mendoakan para muslimah untuk menjadi wanita sholeha. Tidak sedikit juga doa-doa di sepertiga malam yang meminta dirinya, istrinya atau anaknya menjadi wanita sholeha.

Sholeha adalah sebuah gelar kebanggaan yang diberikan khusus untuk muslimah. Gelar sholeha juga merupakan gelar yang bisa kita bawa hingga ke akhirat. Menjadi sholeha mampu meringankan timbangan amal kita dan membawa kita ke surga.

Bayangkan saja, hanya dengan menjadi sholeha, kita bisa masuk ke surga melalui pintu yang mana saja. Tidak perlu anda menjadi cantik, menjadi tinggi atau kurus, apalagi harus mengikuti trend jaman sekarang, cukup satu, sholeha.

Hanya muslimah saja yang mendapat gelar sholeha, tapi yang bahagia adalah seluruh orang disekitarnya. Ayahnya tersenyum karena teringankan hisabnya, sebab memiliki putri yang sholeha.

Ibu yang bahagia karena selalu di ringankan pekerjaannya oleh seorang putri yang sholeha. Suami yang sangat bangga memiliki istri yang melengkapi separuh agamanya, memenuhi imannya, meringankan hisabnya di hari akhir, istri sholeha.

Belum lagi, putra putri yang lahir dari rahim seorang wanita sholeha. Generasi muda islam yang terjamin mutunya. Dilahirkan dari rahim perhiasan dunia, dibesarkan dan dididik sebagaimana islam mengajarkannya.

Segala sesuatu yang halal sangatlah indah, di poles dengan ridho Allah, dinikmati dengan berkah Allah. Bisakah anda membayangkan betapa nikmatnya kehidupan yang berkecimpung di lingkup hal-hal yang diijinkan dan di ridhoi oleh Allah.

Bahkan ujian pun akan terasa nikmat, karena kita menjalani dengan tabah dan ikhlas. Hadirnya wanita sholeha menjadi kekuatan tersendiri dalam setiap badai kehidupan yang di kirim Allah sebagai bukti sayang.

Kehadiran wanita shaleha seoalh menjadi penerang dalam kegelapan. Ketaatannya akan aturan Allah menjadi penunjuk atau tuntunan bagi orang-orang disekitarnya. Wanita sholeha bagai menjamin kehidupan masyarakat yang agamis, tenteram dan damai.

“Sebaik-baik wanita ialah wanita yang kalau kamu memandangnya bisa menyenangkanmu; kalau kamu perintah mematuhimu; dan kalau kamu pergi, ia akan menjaga hartamu dan kehormatannya.”

  1. Ibnu Jarir dari Abu Hurairah

Ada wanita yang wajahnya bersinar jika dipandang, sebab ia selalu menjaga wudhunya. Sinar seolah memencar dari dalam dirinya sebab menjaga ibadahnya di sepertiga malam, menunaikan dhuha di pagi menjelang siang, dan membaca al-qur’an di setiap harinya.

Definisi cantik bagi seorang muslimah atau wanita sholeha tidak sesimple tinggi, kurus, putih, dan mancung. Kecantikan seorang wanita sholeha terpancar dari perilakunya, ibadahnya, tutur katanya dan segala yang melekat pada dirinya.

Wanita shaleha sellau menjaga pandangannya dari segala sesuatu yang di murkai Allah. Make-upnya adalah air wudhu. Lipsticknya adalah dzikir kepada Allah. Celak matanya adalah memperbanyak bacaan al-qur’an.

Seluruh tampilan itu melekat pada dirinya, mengalir pada darahnya. Tiak luntur meski terkena hujan, tidak kering meski terpapar matahari. Tidak layu meski keriput mulai muncul di kulit wajahnya.

Segala sesuatu yang keluar dari diri wanita sholeha adalah sesuatu yang menyegarkan telinga dan meresap ke sanubari. Seorang wanita sholeha selalu menjaga tutur katanya, tidak berkata yang seambarangan, seperti berbohong dan perkataan yang tak bermanfaat.

Wanita bisa menjadi pintu untuk masuk ke surga, tapi bisa juga menjadi jembatan yang membawa orang-orang disekitarnya menuju neraka. Semua bergantung pada ke-sholeha-an seorang muslimah.

“Aku diperlihatkan neraka ternyata kebanyakan penghuninya wanita yang kufur. Para sahabat bertanya; ‘Apakah ia kufur kepada Allah?’ Rasulullah menjawab; ‘tidak’. Mereka hanya kufur kepada suaminya, mereka mengingkari kebaikannya. Jika ia berbuat baik terhadap salah seorang diantara mereka, mereka menyanjungnya. Kemudian apabila terhadap sedikit saja kejelakan, ia berkata; Aku belum pernah melihatmu berbuat baik terhadapku.”

HR Bukhari

Dari hadis tersebut disebutkan dua sebab wanita banyak menghuni neraka, pertama karena mereka enggan berbakti kepada suami. Kedua, mereka kufur terhadap kebaikan suami, seolah tak pernah cukup dengan apa yang dilakukan suami.

Jaman sekarang, wanita banyak yang menikahi lelaki berdasar pada apa yang mereka miliki. Dengan kata lain, harta kekayaan yang dimiliki suami. Hal tersebut didasari keinginan mereka untuk selalu tampil trendy dengan penuh perhiasan di badan.

Tidak sedikit yang akhirnya berakhir pada masalah perceraian, mulai dari sebab suaminya sudah bangkrut dan ludes hartanya. Atau bahkan sebab istrinya yang tidak bisa tampil cantik lagi karena tak ada uang untuk membeli bedak dan perhiasan.

Oleh karena itu, penting jadinya untuk memilih pasangan dari kalangan wanita yang shaleha serta laki-laki yang sholeh. Sebab, pernikahan tidak hanya persoalan hidup bersama dan memiliki keturunan.

Pernikahan adalah sebuah mahligai penuh kasih sayang, dimana segala kegiatan yang ada di dalamnya bisa bernilai ibadah. Dalam QS At Tahrim ayat 5, Allah mengisyaratkan beberapa sifat istri yang shaliha, diantaranya adalah :

  • Muslimat

Wanita yang ikhlas dan tunduk kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

  • Mukminat

Wanita yang membenarkan perintah dan larangan Allah.

  • Qanitat

Wanita-wanita yang taat.

  • Taibat

Wanita yang selalu bertaubat, kembali kepada apa yang di perintahkan Allah dan ditetapkan Rasulullah. Meskipun harus meninggalkan hal-hal yang mereka senangi.

  • ‘Abidat

Wanita yang gemar beribadah kepada Allah.

  • Shoimat

Wanita yang melaksanakan ibadah puasa.

Jika anda membaca sebuah buku atau berselancar di internet, mengenai tipe, ciri, sifat dan segala hal yang menyangkut wanita sholeha. Anda pasti akan menemukan banyak hal yang dijadikan topik pembahasan.

Seperti misalnya mengenai kewajiban berhijab, taat kepada suami, berpenampilan sopan, bertutur kata yang baik, berbakti kepada orangtua dan masih banyak lainnya. Sebenarnya, kunci menjadi wanita shaleha hanyalah satu.

‘Mentaati aturan Allah dan menjauhi larangan-Nya.’

Gelar wanita shaleha tidak diberikan secara formal dengan selempang dan rangkaian bunga. Gelar wanita shaleha secara ajaib akan terpancar pada diri anda, sesuai dengan amal ibadah dan amal perbuatan anda.

Surat Al-Ikhlas mengajarkan kita untuk ikhlas tanpa harus menyuebut kata ikhlas. Begitu juga menjadi shaleha, kita tidak perlu menyebut diri kita sebagai wanita shaleha, atau meminta orang lain menyebut kita sebagai wanita shaleha.

Kita boleh bercita-cita menjadi wanita shaleha, namun jangan sampai hal tersebut justru menjauhkan kita dari ridho Allah. Sebab kita akhirnya mengharapkan gelar wanita shaleha ketimbang fokus beribadah kepada Allah.

Sejatinya, hanya Allah yang berhak memberikan kita gelar sebagai wanita shaleha. Karenanya kita hanya cukup fokus untuk beribadah pada Allah sebagai hamba yang taat. Menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

 

Hindari 6 Cara Berdandan Berikut

https://i.pinimg.com/

Hindari 6 Cara Berdandan Berikut –  “Sebaik-baik wanita ialah wanita yang kalau kamu memandangnya bisa menyenangkanmu; dan kalau kamu pergi, ia akan menjaga harta mu dan kehormatannya.” HR Ibnu Jarir dari Abu Hurairah

Pada dasarya islam tak pernah melarang wanita untuk tampil cantik dan menarik. Justru, melalui hadist yang sudah disebutkan di atas, islam meminta wanita untuk menjaga penampilan mereka. Islam bahkan mengatur dandanan seperti apa yang sesuai untuk wanita.

Kita semua tahu bahwa islam begitu memuliakan wanita. Islam juga sangat efisien dalam mengatur seluruh sendi kehidupan manusia. Begitu juga semua hal yang menyangkut diri wanita, mulai dari haid hingga dandan.

Jaman sekarang, tidak ada wanita yang terlihat buruk, karena mereka semua begitu lihai dalam memoles wajah mereka. Tutorial merias wajah bertebaran di berbagai media sosial, mulai dari YouTube hingga Blog dan majalah wanita.

Hampir setiap hari keluar produk baru kecantikan, mulai dari bedak, pewarna bibir, pewarna mata, hingga pensil untuk menggambar alis. Setiap wanita kemudian rela merogoh kocek mereka untuk membeli setiap produk yang di keluarkan.

Dewasa ini, kita bisa melihat berbagai make up artist yang mengunggah hasil karya mereka di media sosial, sekaligus menawarkan jasa mereka. Bagaikan sulap, mereka bisa merubah wajah yang kusam menjadi bersih bersinar.

Tak jarang justru make up membuat kita tidak mengenali sosok wajah yang sebenarnya. Karena begitu dahsyatnya, kekuatan make up dalam menipu mata telanjang kita. Lalu, bagaimana sebenarnya islam memandang riasan pada wanita.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, islam mendukung wanita untuk tampil cantik dan menarik terutama di depan suami. Selain, itu ada beberapa hal juga yang patut diperhatikan dalam berias menurut islam. Berikut adalah 6 riasan yang di larang dalam islam :

  • Tabarruj

Arti kata Tabarruj adalah berlebih-lebihan, atau bisa dimaknai sebagai wanita yang suka berias secara berlebih-lebihan. Menampakkan lekuk tubuh dan perhiasan yang seharusnya di tutupi karena dapat mengundang syahwat lelaki.

Seorang wanita yang bertabaruj biasanya di dasari pada sifat sombong, ingin pamer, ingin dihormati dan dipuji oleh orang lain. Sikap tersebut adalah sikap terpuji dan harusnya dijauhi oleh wanita muslimah.

  • Menghabiskan banyak waktu di depan cermin

Wanita tidak dianjurkan untuk berlama-lama menghias diri didepan cermin. Menggunakan berbagai produk riasan yang harganya mahal dan menghabiskan waktu hanya untuk berias.

Seperti yang kita tahu, islam tidak mengajarkan kita untuk sesuatu yang berlebihan. Karena sesuatu yang berlebihan akan menimbulkan hal yang negatif. Seperti misalnya dalam kasus ini adalah mengagumi diri sendiri.

  • Menggambar Tato

Tato memiliki nama lain dalam bahasa Indonesia yaitu rajah, diakses dari halaman id.wikipedia.org. Rajah memiliki arti suatu tanda yang dibuat untuk memasukkan pigmen kedalam kulit.

Rajah dapat dilakukan pada manusia atau hewan, pada tubuh manusia biasanya dilakukan untuk modifikasi. Sementara pada tubuh hewan dilakukan untuk kepentingan identifikasi.

Menurut keterangan di atas, rajah atau tato biasanya digunakan untuk menghias tubuh manusia dengan beranek gambar. Mulai dari yang hitam putih hingga yang memiliki aneka warna, muali gambar mawar hingga berbagai tulisan.

Tidak hanya untuk make up, penggunaan tato di luar make up juga dilarang karena sifatnya yang menghalangi air wudhu. Jaman sekarang, tato sudah bukan barang tabu bagi anak muda di kota-kota besar.

Bahkan tidak hanya berupa tato di lengan atau kaki atau punggung, sekarang tato mulai menjajah wilayah riasan. Seperti yang beberapa saat lalu hangat diperbincangkan, mentato alis agar terlihat indah dan awet (tidak mudah luntur).

Untuk anda wanita muslimah, sebaiknya menghindari mentato alis hanya agar tidak luntur jika terkena air. Sejatinya Allah menciptakan manusia dalam kondisi fisik yang sempurna tanpa harus anda ubah di beberapa bagian.

  • Menyambung rambut

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah melaknat penyambung rambut dan orang yang minta disambung rambutnya.” HR Bukhari dan Muslim. Secara terang hadist sudah melarangnya.

Lalu masihkah kamu berminat untuk menentang ketetapan yang sudah diberikan Rasulullah. Seseorang yang dikirim Allah sebagai pedoman kita, penyampai kalam Allah yang hingga sekarang masih kita baca dan kita pelajari maknanya.

  • Memanjangkan kuku

Lagi-lagi larangan ini disampaikan secara tersirat oleh Rasulullah dalam sebuah hadist, “Yang termasuk fitrah manusia itu ada lima (yaitu): khitan, mencukur bulu kemaluan, mencukur kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.”

Fitrah sendiri memiliki makna kata menjadikan, jika disimpulkan baik dari pendapat para tokoh maupun apa yang disampaikan Rasulullah dan Allah mengenai fitrah. Maka fitrah menjadi memiliki makna anugerah yang diberikan pada manusia.

Jadi, memotong kuku adalah sebuah anugerah yang sudah ada sejak diciptakan manusia. Maka sudah semestinya kita menjaga anugerah yang telah Allah titipkan kepada kita sebagai hamba yang taat.

  • Memakai wewangian bukan untuk suami

“Setiap wanita yang menggunakan wewangian,kemudian ia keluar dan melewati sekelompok manusia agar mereka dapat mencium bau harumnya, maka ia adalah seorang pezina, dan setiap mata itu pezina.”

HR Ahmad An-Nasa’i, dan al-hakim dari jalan Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu anhu.

Rasulullah mengingatkan kita akan bahaya menggunakan wewangian yang berlebihan dan bukan untuk membahagiakan suami. Wewangian tersebut bisa mencuri perhatian lain jenis dan bahkan menimbulkan syahwat.

Demikian adalah enam perkara yang wajib kamu perhatikan ketika hendak merias diri. Jangan sampai niat kamu untuk menjaga penampilan justru terjerumus pada hal-hal yang dilarang Allah dan Rasulnya.

Selain ke-enam hal tersebut ada beberapa hal lagi yang baiknya anda pertimbangkan sebelum merias diri anda. Seperti misalnya, jangan menyerupai laki-laki, Allah subhanahu wa ta’ala sangat tidak menyukai riasan seperti lawan jenis.

Hendaknya tetaplah anda merias diri sesuai dengan fitrah mu sebagai wanita maupun laki-laki. Jangan sampai anda malah merias diri agar terlihat seperti lawan jenis. Terutama karena belakangan sedang hangat kasus mengenai LGBT.

LGBT sendiri merupakan singkatan dari Lesbian Gay Biseksual dan Transgender. Berawal dari berdandan menyerupai lawan jenis kemudian mulai timbul rasa suka terhadap teman sejenis.

Tentu ada banyak hal yang bisa menjadikan seseorang menjadi bagian dari LGBT tapi, berdandan menyerupai lawan jenis bisa menjadi salah satu penyebabnya. Pada intinya, anda harus bisa menseleksi riasan seperti apa yang akan anda kenakan.

Beberapa hal juga perlu dipertimbagkan, seperti hendak kemana kita, acara apa yang akan dihadiri untuk menyesuaikan dengan model riasan yang akan digunakan. Seorang muslimah selayaknya sellau menjaga perilaku dan tampilannya.

Tidak perlu terlalu mencolok hanya untuk jalan-jalan ke sekitar rumah, apalagi jika hanya untuk membeli terasi di warung tetangga. Tidak perlu menggunakan lipstick dengan warna yang terlalu mencolok seperti merah dan ungu.

Hal yang perlu di ingat, islam memperbolehkan wanita untuk tampil cantik dan menarik. Hanya saja memang ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti hal-hal yang sudah disebutkan di atas. Semoga bermanfaat…

 

Fatimah RA dan Gilingan Gandum

https://i.pinimg.com/

Fatimah RA dan Gilingan Gandum – Fatimah Az-Zahra, tentu nama yang tidak asing bagi telinga kaum muslim di seluruh dunia. Selain karena memang beliau adalah putri termuda Rasulullah SAW dan Khadijah RA, namanya begitu harum sebab sosoknya juga termasuk dalam empat perempuan terbaik di dunia.

Hal tersebut berdasarkan apa yang diucapkan oleh sang Ayah : “Sebaik-baik wanita penghuni Surga adalah Khadijah bintu Khuwailid, Fathimah bintu Muhammad, Asiyah bintu Muzahim istri Fir’aun, dan Maryam bintu ‘Imran.” (HR. Ahmad, no. 2668).

Namun, siapa sangka bahwa beliau pernah mengeluh akan kerasnya menjalani kehidupan sebagai seorang istri, seehingga membuat hatinya bersedih. Mendapat gelar wanita tebaik tidak lantas menghapuskan fakta bahwa sosoknya tetaplah seorang manusia biasa, yang tidak lepas dari nafsu. Hal tersebut terdapat dalam sebuah kisah yang diriwayatkan oleh Abu Harairah RA. :

Pada suatu hari masuklah Rasulullah SAW ke kediaman putrinya, Fatimah Az-zahra RA. Rasul mendapati putrinya sedang menggiling syair (gandum; sejenis padi-padian) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis. Rasulullah SAW bertanya pada putrinya, “Apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fatimah?, semoga Allah SWT tidak menyebabkan matamu menangis”.

Fatimah RA. menjawab, “Wahai ayahku, penggilingan batu ini dan berbagai pekerjaan rumah tanggalah yang menyebabkan aku menangis”. Lalu duduklah Rasulullah SAW di sisi putrinya.
Fatimah RA. melanjutkan perkataannya, “Ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta Ali (Imam ali, suami dari Fatimah RA) mencarikan ananda seorang jariyah untuk membantuku menggiling gandum dan pekerjaan di rumah lainnya”.

Mendengar perkataan putrinya ini maka bangunlah Rasulullah SAW mendekati penggilingan itu. Beliau mengambil syair dengan tangannya yang diberkati lagi mulia dan diletakkannya di dalam penggilingan tangan itu seraya mengucapkan “Bismillaahirrahmaanirrahiim”. Seketika penggilingan tersebut berputar dengan sendirinya dengan izin Allah SWT.

Kemudian Rasulullah SAW meletakkan syair ke dalam penggilingan tangan itu untuk putrinya dengan tangannya sedangkan penggilingan itu berputar dengan sendirinya seraya bertasbih kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa sehingga habislah butir-butir syair itu digilingnya.

Rasulullah SAW berkata kepada gilingan tersebut, “berhentilah berputar dengan izin Allah SWT”, maka penggilingan itu berhenti berputar lalu penggilingan itu berkata-kata dengan izin Allah SWT yang Maha Kuasa menjadikan segala sesuatu dapat bertutur kata.

Maka katanya dalam bahasa Arab yang fasih, “ya Rasulullah, demi Allah Tuhan yang telah mengutusmu menjadi Nabi Dan Rasul pembawa kebenaran, andaikata baginda menyuruh hamba menggiling syair dari Masyriq dan Maghrib pun niscaya hamba gilingkan semuanya.

Dan sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah SWT suatu ayat yang artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka, dan mereka selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”(Qs.At-Tahrim:6).

Maka hamba takut ya Rasulullah, kalau kelak hamba menjadi batu yang masuk ke dalam neraka. Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada batu penggilingan itu, “bergembiralah engkau, karena engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fatimah az-zahra di dalam surga”. Maka bergembiralah penggilingan batu itu mendengar berita tersebut,  lalu diamlah ia.

Setelah itu giliran Rasulullah SAW bersabda kepada putrinya, ” Wahai Fatimah, jika Allah SWT menghendaki, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya beberapa derajatmu”.

https://id.pinterest.com

Beliau lalu melanjutkan nasihat-nasihatnya :

Ya Fatimah, perempuan mana yang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, maka Allah SWT pasti menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan, melebur kesalahannya, dan mengangkatnya satu derajat.

Ya Fatimah, perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya, maka Allah SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit.

Ya Fatimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka, maka Allah SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang.

Ya Fatimah, perempuan mana yang menghalangi kebutuhan tetangga-tetangganya, maka Allah SWT akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautshar pada hari kiamat.

Ya Fatimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keridhaan suami terhadap istrinya. Jikalau suamimu tidak ridha denganmu, maka akupun tidak akan mendo’akanmu. Ketahuilah wahai Fatimah, bahwa ridha suami merupakan bagian dari ridha Allah SWT dan kemarahannya itu juga bagian dari kemarahan Allah SWT.

Ya Fatimah, apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka para malaikat memohonkan ampun baginya, dan Allah SWT akan mencatatkan baginya setiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejelekan.

Apabila perempuan itu mulai sakit karena hendak melahirkan, maka Allah SWT menetapkan untuknya pahala orang-orang yang berjihad pada jalan Allah .

Apabila ia melahirkan kandungannya, maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapati kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman surga, dan Allah SWT akan memberikan padanya pahala seribu ibadah haji dan umrah, serta seribu malaikat yang beristighfar untuknya hingga hari kiamat.

Ya Fatimah, perempuan mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar, maka Allah SWT akan mengampuni semua  dosa-dosanya dan dihari kiamat Allah SWT akan memakaikannya pakaian yang hijau, dan ditetapkan baginya setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan, dan Allah  memberikan karunia untuknya seribu pahala ibadah haji dan umrah.

Ya Fatimah, perempuan mana yang tersenyum dihadapan suaminya maka Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan kasih sayang.

Ya Fatimah, perempuan mana yang menghamparkan alas tidur atau tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), “teruskanlah ‘amalmu maka Allah SWT telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang”.

Ya Fatimah, perempuan mana yang meminyaki rambut suaminya dan jenggotnya, mencukur kumisnya, serta menggunting kukunya, maka Allah SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai surga, dan Allah SWT akan meringankan sakaratul maut-nya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman surga, serta Allah SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas As Shirat (titian)”.

Demikianlah beberapa wasiat yang pernah disampaikan Rasulullah SAW kepada putri kesayangannya. Mengetahui hal tersebut tentu sudah seharusnya bahwa pesan tersebut sesungguhnya tidak dikhususkan hanya kepada Fatimah, melainkan juga untuk muslimah di seluruh dunia. Tidak ada nasihat yang lebih berarti jika dibandingkan degan apa yang telah disampaikan oleh Rasul Muhammad SAW.

Semoga melalui sepenggal kisah Fatimah dan Gilingan Gandum di atas dapat mengambil pelajaran yang ada, dan menerapkan pada setiap sendi kehidupan kita. Allahumma Aamiin..