Kata Mutiara Wanita Muslimah Menyentuh Hati tentang Cinta & Ketegaran

Kata Mutiara Wanita Muslimah
https://kdhew.deviantart.com

KARTUN MUSLIMAH — Para muslimah yang semoga diridhai Allah, sebagai seorang wanita yang diberikan kedudukan dan keagungan yang luar biasa kita sepatutnya memanjatkan syukur kepada Rabb sang Maha Pencipta atas nikmat tersebut.

Tidak perlu diragukan lagi jika Islam sangat menjunjung tinggi kedudukan wanita. Wanita memiliki kedudukan khusus dalam keluarga, masyarakat bahkan agama.

Islam sendiri sangat menekankan pendidikan dan pengasuhan terhadap kaum wanita, dan menetapkan hak-haknya yang selaras dengan tabiat dan pembawaannya yang tidak pernah diperhatikan oleh umat mana pun sepanjang sejarah kehidupan manusia.

Bukti utama kedudukan wanita adalah ‘Syurga ada di bawah kaki Ibu’. Maksud pepatah agung tersebut bahwa, betapa dihargai dan istimewanya kedudukan seorang wanita yang melahirkan generasi-generasi pembawa peradaban.

Bahkan jika kita mencari syurga, tidak usah jauh-jauh, karena syurga ada di bawah telapak kaki Ibu. Dalam artian syurga berada dalam keridhaan hati seorang wanita yang bergelar Ibu.

Sangat benar ungkapan seorang panyair Muhammad Ismail, dalam ‘Audatul Hijaab,

Ibu adalah madrasah

Bila engkau mempersiapkannya dengan baik

Berarti engkau mempersiapkan suatu generasi yang mulia

 

Ibu adalah taman

Bila engkau rajin menyiramnya

Maka ia akan tumbuh subur dan lebatlah dedaunannya

 

Ibu adalah guru

Guru dari segala guru

Jasa-jasa besarnya akan menyelimuti seluruh cakrawala

 

Selain menghargai wanita sebagai seorang Ibu, Islam juga banyak menuliskan betapa berharganya kedudukan wanita dalam Al-qur’an dan hadist, banyak aturan yang adil yang dituliskan dalam Al-qur’an untuk wanita. Bahkan terdapat satu surat istimewa yang khusus dipersembahkan untuk wanita, yakni surat An-Nisa.

Dalam mengaplikasikan kedudukan dan keistimewaan seorang wanita muslimah, dibawah ini telah disajikan berbagai kata mutiara, khusus Anda wanita Muslimah yang mungkin bisa dijadikan motivasi dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Kata Mutiara Wanita Muslimah Tentang Hijab

Kata Mutiara Wanita Muslimah Menyentuh Hati tentang Cinta & Ketegaran
https://www.pinterest.com/

Menutup aurat atau berjilbab merupakan suatu kewajiban mutlak yang wajib dilakukan oleh wanita muslimah. Hal ini merupakan suatu penghormatan tertinggi Islam untuk kaum wanita.

Meskipun begitu, masih banyak wanita yang ragu untuk menutup auratnya. Berbagai alasan mereka ungkapkan, ada yang belum siap, memperbaiki akhlaknya dulu bahkan menunggu hidayah datang.

Padahal jika kita melihat di luar sana, di negeri Barat bahkan di negeri Palestine, Suriah yang sedang dalam masa perang, mereka para muslimah mengalami diskriminasi karena mempertahankan hijabnya.

Di negeri Palestine, Suriah dan negeri konflik lainnya, para muslimah rela mempertahankan mati-matian hijab penutup auratnya dari hawa nafsu keji tentara biadab. Mereka rela mati daripada menyerahkan kehormatannya pada tentara bengis pengikut iblis.

Maka dari itu wahai para muslimah, berbanggalah dengan hijab, sang penjaga kehormatanmu. Inilah kata-kata mutiara wanita muslimah tentang Hijab,

Perhiasan Terbaik Wanita Adalah Rasa Malunya – Fatimah Az-Zahra

Wanita menutup diri dengan hijabnya, maka lelaki mencinta dengan imannya, wanita memamerkan diri dengan raganya maka lelaki akan mencintainya dengan nafsunya – anonim

Wanita yang berhijab itu layaknya mutiara dalam tiram – anonim

Nilaiku sebagai wanita tidak diukur dari lingkar pinggang dan jumlah pria yang menyukaiku. Nilaiku sebagai manusia diukur dengan derajat yang lebih tinggi :kebajikan dan kesalehan. Tujuan hidupku, tak pedulli apapun yang dikatakan majalah wanita, adalah sesuatu yang lebih mulia dari sekedar tampil cantik di depan pria – Yasmin Mogahed (Penulis buku ‘Reclaim Your Heart’)

Manusia di zaman purba hampir telanjang. Setelah kecerdasannya berkembang, mereka mulai berpakaian. Yang kupakai sekarang melambangkan peradaban dan pemikiran tertinggi yang pernah dicapai manusia. Hal ini bukan suatu kemunduran. Membuka pakaian itulah kemunduran yang akan membawa kita kembali ke zaman purba – Tawakkul Karman ( Penerima Nobel Perdamaian 2011)

Kata Mutiara Wanita Muslimah tentang Keluarga

Wanita juga memerankan peran dalam keluarga. Ia adalah perhiasan berharga sang suami. Selain itu, ia juga berperan sebagai Ibu dari anak-anaknya. Seorang Ibu yang dapat melahirkan generasi baik pembawa peradaban yang mulia.

Inilah kata mutiara wanita muslimah tentang keluarga,

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang sholehah” – Nabi Muhammad SAW (H.R. Muslim)

Kata yang paling indah di bibir umat manusia adalah kata ‘Ibu’, dan panggilan paling indah adalah ‘Ibuku’. Ini adalah kata penuh harapan dan cinta, kata manis dan baik yang keluar dari kedalaman hati – Khalil Gibran

Ibu adalah sebuah madrasah yang jika Anda menyiapkannya, berarti Anda menyiapkan lahirnya masyarakat yang baik budi pekertinya – Shalih Al Fauzan

Tidak ada wanita di belakang pria hebat. Wanita itu ada di sampingnya, bersamanya, bukan di belakangnya – Tariq Ramdan

Suami adalah pemimpin keluarganya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Istri adalah pemimpin rumah tangga suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya – Nabi Muhammad SAW (H.R Bukhari)

Kata Mutiara Wanita Muslimah tentang Cinta dan Jodoh

Wanita memiliki hati yang lembut, ia berbeda dengan laki-laki. Wanita menggunakan perasaan daam melakukan segala tindakan. Berbeda dengan laki-laki yang lebih mementingkan rasio dan akal.

Ada sebuah lagu mengenai wanita, lagu tersebut sangat popuer, dibawakan oleh Munsyid Maidany, yang berjudul “Kaca yang Berdebu”,

Ia ibarat kaca yang berdebu
Jangan terlalu keras membersihkannya
Nanti ia mudah retak dan pecah

Ia ibarat kaca yang berdebu
Jangan terlalu lembut membersihkannya
Nanti ia mudah keruh dan ternoda

Ia bagai permata keindahan
Sentuhlah hatinya dengan kelembutan
Ia sehalus sutera di awan
Jagalah hatinya dengan kesabaran

Lemah-lembutlah kepadanya
Namun jangan terlalu memanjakannya
Tegurlah bila ia tersalah
Namun janganlah lukai hatinya

Bersabarlah bila menghadapinya
Terimalah ia dengan keikhlasan
Karena ia kaca yang berdebu
Semoga kau temukan dirinya
Bercahayakan iman

Wanita memang rapuh dalam hal cinta. Namun ia bisa saja kuat dengan kecintaannya itu. Cinta memang tidak mudah untuk ditebak, bahkan jodoh pun masih menjadi misteri yang tidak pernah terpecahkan hingga kini. Inilah kata mutiara wanita muslimah mengenai Cinta dan Jodoh.

Seorang wanita telah dilengkapi oleh Tuhan dengan keindahan jiwa dan raga adalah suatu kebenaran, yang sekaligus nyata dan maya, yang hanya bisa kita pahami dengan cinta kasih, dan hanya bisa kita sentuh dengan kebajikan – Khalil Gibran

Pria mengimpikan wanita sempurna. Wanita menginginkan pria sempurna. Mereka tidak tahu bahwa Allah menciptakan mereka untuk menyempurnakan satu sama lain – Ahmad Al Shugairi

Kebahagiaan seorang wanita tidak dapat ditentukan dalam kekayaan seseorang lelaki atau dalam kepatuhan wanita kepadanya, dan juga ukan di dalam kebaikan hatinya. Kebahagiaan wanita terhadap lelaki, cinta yang mencurahkan semua perasaannya ke dalam hati lelaki, yang membuat mereka menjadi cabang dari pohon kehidupan, satu kata dalam bibir Tuhan – Khalil Gibran

Allah sudah menuliskan nama jodoh Anda. Yang perlu Anda lakukan adalah mempererat hubungan dengan Allah – anonim

Demikianlah, untaian kata-kata mutiara wanita muslimah yang mungkin bisa memotivasi dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, semoga untaian kata mutiara ini bisa membuat para muslimah di luar sana untuk lebih bersemangat menikmati indahnya menjadi seorang wanita yang sesungguhnya.

Biografi Aisyah binti Abu Bakar; Benarkah Aisyah Ra Pencemburu?

kartun muslimah Aisyah binti Abu Bakar
http://www.imgrum.org

KARTUN MUSLIMAH — Sahabat kartun muslimah, postingan kali ini saya ingin mengajak Anda untuk lebih mengenal Siti Aisyah. Wanita ini adalah wanita tercerdas kesayangan Rasullullah SAW. pastinya diantara kalian sudah tidak asing mendengar nama Aisyah. Memang tidak heran, nmanya menggema di seluruh penjuru dunia.

Maka dari itu, tidak ada salahnya jika kita kembali membaca lembaran-lembaran kisah hidupnya yang luar biasa. Dia adalah wanita yang paling dicintai Rasullullah SAW. setelah ayahnya. Dia adalah wanita suci dan disucikan, karena Allah telah mengumumkan kesuciannya dari tujuh lapis langit.

Dia adalah wanita yang bertakwa, bersih, ahli wara’ dan ahli zuhud. Dia adalah Aisyah binti Abu Bakar, semoga Allah meridhainya.

Biografi Aisyah binti Abu Bakar Terlahir dari Keluarga Suci nan Berkah

Aisyah adalah putera dari Abu Bakar ash-Shiddiq, manusia yang paling utama setelah para nabi dan rasul. Dia adalah orang kedua dari dua orang yang berada di gua dan orang yang paling dicintai oleh Rasullullah SAW.

Abu Sa’id Al-Khudri ra. meriwayatkan bahwa Rasullullah SAW. bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling menjadi anugerah bagiku, baik dalam persahabatan maupun hartanya adalah Abu Bakar. Sekiranya aku boleh menjadikan seseorang sebagai khalil, selain Tuhanku, maka aku akan menjadikan Abu Bakar sebagai khalil-ku. Akan tetapi, aku hanya bisa menjadikannya sebagai saudara se-Islam dan saling mencintai karenanya. Semua pintu rumah yang menghadap langsung ke masjid harus ditutup, kecuali pintu rumah Abu Bakar.” (Muttafaq ‘alaih)                   

Ibunya adalah seorang sahabat wanita terkemuka, yakni Ummu Ruman binti ‘Amir. Dia adalah sosok sahabat yang banyak menorehkan jasanya kepada Islam.

Saudara perempuan kandungnya adalah Asma’ binti Abu Bakar yang sangat terkenal dengan gelar Dzaatun Nithaaqain (pemilik dua selendang).

Suami dari saudara perempuannya tersebut dikenal dengan gelar Hawaari Rasullullah SAW. yang artinya pembela setia Rasullullah, yakni tak lain adalah Zubair bin Awwam. Zubair sendiri adalah sepupu Rasullullah SAW. yang termasuk kedalam sepuluh orang yang dijamin masuk surga, serta orang pertama yang menghunus pedang di zaman Allah.

Kakek Aisyah dari pihak ayah adalah Abu Quhafah yang turut masuk Islam dan menjadi sahabat Rasullullah SAW.

Neneknya dari pihak ayah adalah Ummul Khair Salma binti Shakhr yang turut pula masuk Islam dan menjadi sahabat wanita Rasulullah.

Tiga orang bibinya dari pihak ayah tergolong sahabat wanita Rasulallah, yaitu Ummu ‘Amir, Quraibah, dan Ummu Farwah. Semuanya merupakan putri Abu Quhafah.

Dan saudara kandung lelakinya adalah Abdurrahman bin Abu Bakar, seorang lelaki yang pemberani dan ahli memanah yang tersohor.

Itulah biografi Aisyah beserta silsilah keluarganya yang penuh berkah. Aisyah yang terlahir dari keluarga suci dan dalam kondisi islami, jika diibaratkan ia bagaikan keluar dari akarnya dan hidup di antara dahan-dahannya, sehingga tumbuh mekar dan menjadi bunga yang sangat indah di tengah-tengah manusia.

Pernikahan Berkah yang Melukiskan Sejarah

kartun muslimah Biografi Aisyah binti Abu Bakar; Istri Kesayangan Rasulullah Saw
https://drawinglics.com

Aisyah dipinang oleh Rasullulah pada usia 6 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun, dimana saat itu Aisyah menjadi istri ketiga Nabi Muhammad SAW setelah khadijah dan Saudah binti Zam’ah. Aisyah pula merupakan satu-satunya istri yang dinikahi saat masih gadis.

“Rasullullah menikahi (akad) saat aku berusia 6 tahun. Saat tiba di Madinah, kami tinggal di perkampungan bani Al-Harist bin Khazraj. Aku sempat sakit demam hingga rambutku rusak. Ketika rambutku mulai tumbuh kembali, ibuku, Ummu Ruman menemuiku. Saat itu, aku sedang bermain dengan anak-anak sebayaku di atas kayu. Ibuku memanggil dan aku langsung menemuinya. Aku tidak tahu maksudnya memanggilku. Ibu langsung mengepit tanganku dan membawaku pulang ke rumah. Sampai di depan pintu rumah, napasku masih tersengal-sengal. Aku dibiarkan beristirahat sejenak hingga napasku normal kembali. Kemudian, ibu mengambil air untuk membersihkan muka dan kepalaku lalu membawaku masuk ke rumah. Ternyata, di dalam rumah telah berkumpul sejumlah wanita Anshar yang segera menyambutku, ‘Semoga kebaikan dan keberkahan menyertaimu.’ Ibu menyerahkanku kepada mereka untuk dirias.  Sampai saat itu ku belum sadar apa yang sebenarnya sedang terjadi hingga ketika tiba waktu dhuha aku dikejutkan dengan kedatangan Rasullullah SAW.  Melihat kedatangan beliau, wanita-wanita Anshar pergi dan membiarkan aku bersama beliau. Saat iku aku berusia 9 tahun.” ((Muttafaq ‘alaih)

Nabi SAW menikah lagi setelah Khadijah wafat. setelah selang beberapa lama Nabi menikahi seorang janda bernama Saudah binti Zam’ah. Tak lama kemudian datanglah wahyu dari Malaikat Jibril mengenai Aisyah.

Wahyu tersebut merupakan kemuliaan terbesar yang pernah terjadi pada seorang wanita di muka bumi ini. Dari wahyu tersebut, Nabi SAW membuat keputusan untuk menikahi Aisyah r.a.

Perintah menikahi Aisyah sendiri berdasarkan wahyu atau petunjuk yang datang dari langit. Rasullullah pernah melihatnya dalam mimpi selama tiga malam. Dalam mimpinya itu, Jibril datang dengan membawa gambar Aisyah seraya berkata, “Ini adalah istrimu di dunia dan akhirat.”

Aisyah ra. menuturkan bahwa Rasullullah saw. Bersabda, “Aku bermimpi selama tiga malam. Malaikat datang kepadaku dengan membawa gambarmu dalam sepotong kain sutra seraya berkata, ‘Inilah istrimu.”Lalu, aku buka kain penutup wajahmu, ternyata itu adalah gambarmu. Saat itu aku bergumam, jika ini kehendak Allah, maka pasti terlaksana.” (Muttafaq ‘alaih)    

Merupakan satu kemuliaan tersendiri bagi bunda kaum muslimin, Aisyah menjadi istri Nabi SAW berdasarkan perintah Allah SWT. Apalagi beliau dijanjikan menjadi istri dunia akhirat Rasullullah SAW.

Walaupun saat menikah, usia Aisyah masih sangat kecil, namun ia sudah menanti masa paling indah saat masuk rumah Rasullullah SAW. sebagai istri manusia paling agung sepanjang zaman dan ibu bagi seluruh orang yang beriman sepanjang masa.

Kisah pernikahan berkah ini termasuk salah satu sejarah dalam peradaban Islam. Apalagi Aisyah banyak membantu Nabi SAW dalam menegakkan Islam di muka bumi.

Keistimewaan dan Kedudukan Aisyah r.a

Wanita Tercerdas yang Haus dan Luas Ilmu– Imam Adz-Dzahabi dalam Siyar A’laam An-Nubalaa’ berkata, “Aisyah putri pemimpin terbesar orang-orang yang Shiddiq dan khalifah Rasullullah saw. Al-Qurasyiyyah, At-Taimiyyah, An-Nabawiyyah, ibunda orang-orang yang beriman dan istri Nabi saw. Dia adalah wanita yang paling luas ilmunya diantara seluruh wanita umat ini.”

Selama sembilan tahun lamanya hidup dengan Rasullullah SAW. Aisyah dikenal sebagai pribadi yang selalu haus akan ilmu pengetahuan. Semangat belajar dalam menuntut ilmu dari Nabi SAW, membuat Aisyah banyak menguasai berbagai bidang ilmu.

Diantara ilmu yang dikuasai oleh Aisyah yaitu, ilmu al-qur’an, hadist, fiqih, bahasa arab dan syair. Keilmuan Aisyah bahkan tidak diragukan lagi karena beliau adalah orang terdekat Rasulullah yang sering mengikuti pribadi Rasulullah. Banyak wahyu yang turun dan  disaksikan Aisyah.

Kecerdasan akan keilmuan yang dimiliki Aisyah bahkan tidak ada yang menandingi. Bahkan beliau dijadikan tempat bertanya para kaum wanita dan para sahabat tentang permasalahan hukum agama maupun permasalahan lain.

Periwayat Hadist yang Ulung – Aisyah terkenal sebagai satu-satunya perempuan yang banyak menghapalkan hadist-hadist Rasulullah. Beliau mendapat gelar Al-Mukatsirin (orang yang paling banyak meriwayatkan hadist).

Terdapat 2210 hadist yang pernah diriwayatkan oleh Aisyah r.a. diantaranya terdapat 297 hadist dalam kitab shahihain dan terdapat 174 hadist yang mencapai derajat muttafaq ‘alaih. Maka dari itu, wajar bila para ahli hadist menempatkan Aisyah pada posisi kelima penghafal hadist setelah Abu Hurairah, Ibnu Umar, Anas bin Malik dan Ibnu Abbas.

Aisyah r.a, Idola Muslimah Masa Kini

Tepat pada tanggal 17 Ramadhan setelah shalat witir, pada tahun 58 Hijriyah, Ummul mukinin Aisyah ra. menghembuskan napas terakhir dan kembali keharibaan Tuhannya dengan penuh keridhaan.

Jasad Aisyah dikuburkan di Pekuburan Baqi’. Sebelum itu, Abu Hurairah ra. mengimami shalat jenazah. Banyak sekali kaum muslimin yang hadir dalam shalat tersebut.

Untuk menutup kisah Aisyah yang penuh kecerdasan, kecantikan, keagungan dan keistimewaan ini, alangkah baiknya jika sosok Aisyah dijadikan idola setiap muslimah di dunia.

Aisyah, sangat luar biasa. Bahkan, tidak ada keraguan mengenai wanita suci ini. Maka dari itu, sudah sepatutnya jika muslimah saat ini menjadikannya sebagai panutan dan motivator dalam kehidupan sehari-hari.

 

Referensi: Buku 35 Sirah Shahabiyah jilid 1 karya Mahmud Al-Mishri

 

Biografi Masyitoh: Sang Tukang Sisir di Kerajaan Fir’aun

kartun muslimah biografi masyitoh
iluvislam.com

KARTUN MUSLIMAH — Masyitoh, satu nama yang mungkin sudah tak asing di telinga kaum muslim. Namanya begitu terkenal dilangit bahkan di bumi. Kisahnya begitu klasik, karena terjadi ribuan tahun yang lalu. Tepatnya zaman mesir kuno dimana Fir’aun, sang raja bengis berkuasa.

Masyitoh, seorang muslimah yang tak kenal takut pada penguasa kafir. Imannya tak goyah meskipun menahan perihnya air mendidih. Kisahnya terungkap saat Nabi agung Muhammad SAW melakukan isro mi’roj.

Kisah Masyitoh ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-Nya (1/309), at-Thabrani dalam al-mu’jamul Kabir (11/450), dan al-Bazzar sebagaimana dalam Kasyful Astar (1/37). Kisah ini didapat oleh Nabi Muhammad SAW saat melakukan Isro mi’roj dengan Malaikat Jibril.

Suatu ketika saat Rasullullah SAW melakukan perjalanan isro mi’roj, Nabi mencium aroma yang sangat harum. Semerbak wanginya itu membuat langkahnya terhenti. Penasaran, Nabi pun bertanya kepada Malaikat Jibril, “harum apakah itu wahai Jibril?”

Malaikat Jibril pun menjawab, “itu adalah wangi dari kuburan seorang wanita shalihah bernama Masyitoh. Wanita yang memegang teguh keimanan kepada Allah SWT”. Hal ini diriwayatkan dalam hadist Ibnu Abbas.

Biografi Masyitoh

Pertanyaannya, siapakah Masyitoh? Wanita shalihah yang disebut oleh Jibril? Ternyata, ia hidup pada zaman Mesir Kuno. Zaman dimana Fir’aun, si raja bengis nan kejam memimpin. Era dimana Fir’aun yang angkuh selalu menganggap dirinya sebagai Tuhan.

Di dalam kehidupan Mesir Kuno yang serba tertekan, ternyata ada beberapa orang yang diam-diam beriman kepada Allah SWT dan Nabi Musa As. Mereka mengikuti tuntunan kitab, yaitu kitab taurat yang dibawa Nabi Musa.

Orang-orang yang beriman tersebut adalah Siti Asiyah, istri Fir’aun, Masyitoh yang mengurus anak Fir’aun dan seorang lelaki yang bernama Hazaqil. Laki-laki tersebut adalah seorang pembuat peti, tempat Musa kecil ditaruh untuk kemudian dihanyutkan ke sungai.

Hazaqil sendiri adalah suami dari Masyitoh, ia di istana menjadi orang kepercayaan Fir’aun. Suatu ketika terjadilah perdebatan antara Fir’aun dan dirinya. Penyebabnya adalah Fir’aun menjatuhkan hukuman mati kepada seorang ahli sihir yang beriman kepada Nabi Musa, sedangkan Hazaqil sangan menentang keputusannya.

Sikap tersebut menimbulkan kecurigaan Fir’aun. Hazaqil dihukum mati oleh Fir’aun karena ia ternyata beriman kepada Tuhan Nabi Musa, Allah SWT.

Peristiwa itu membuat Masyitoh sedih. Namun ia bersabar dan berserah diri kepada Allah SWT atas kejadian yang menipa suaminya.

Tukang Sisir Pemberani

Nama Masyitoh sendiri bukan lah nama sebenarnya. Masyitoh diambil dari istilah arab yang berarti “Tukang Sisir”. Ia bekerja sebagai tukang sisir di kerajaan Fir’aun.

Suatu hari, ia sedang menyisiri rambut anak perempuan Fir’aun seperti biasanya. Tiba-tiba sisir yang digunakanya terjatuh, dan ia pun spontan mengucap, “Bismillah (dengan menyebut nama Allah)”.

Anak perempuan Fir’aun terkejut, dan bertanya kepada Masyitoh, “Apakah engkau punya Tuhan selain ayahku?”

Tanpa keraguan apapun Masyitoh menjawab dengan mantap, “Tuhanku adalah Tuhanmu dan Tuhan Ayahmu juga Tuhan segala sesuatu ialah Allah.”

Anak perempuan Fir’aun tersebut sangat terkejut, saat itu pula ia menampar dan memukuli Masyitoh,  sambil berkata, “akan kuadukan hal ini pada ayahku”.

“Silakan”, jawab Masyitoh tanpa perasaan takut.

Fir’aun, yang saat itu mengaku bahwa dirinya adalah Tuhan langsung murka dan memerintahkan agar Masyitoh ditangkap. Fir’aun dengan sombong bertanya, “ Apakah benar engkau menyembah Tuahan selain aku?”

Dengan tegas Masyitoh menjawab, “Ya memang benar, Tuhanku, Tuhanmu dan Tuhan segala sesuatu hanyalah Allah, dan hanya kepadanya aku menyembah”.

Sang penguasa Mesir Kuno ini sangat marah mendengar jawaban tersebut. Kemudian Fir’aun memerintahkan kepada para pengawalnya untuk menyiksanya dengan mengikat kedua tangan dan kedua kakinya dihadapan warga Mesir Kuno. Hal ini sengaja Fir’aun lakukan agar mereka tahu jika melawan Fir’aun akan berakibat fatal.

Tak hanya sampai disitu penderitaan yang dialami Masyitoh. Ular-ular berbisa yang dilepaskan para algojo istana pun turut mengerumuni tubuhnya. Penyiksaan dan penderitaan itu berlangsung dalam waktu yang lama.

Ujian Sang Penggenggam Iman

Setelah mengalami berbagai penyiksaan dan penderitaan, Fir’aun pun datang melihat kembali keadaannya dan berkata, “Apakah engkau hendak kembali (murtad) dari keyakinanmu itu?” Masyitoh tetap teguh menjawab, “Tuhanku, Tuhanmu, dan Tuhan segala sesuatu ialah Allah”.

Mendengar keteguhan iman Masyitoh, Fir’aun tak kuat menahan amarah dan seketika ia mengambil keputusan untuk menyiksa dan membunuh anak-anak Masyitoh.

Ibu mana yang tak terguncang jika mendengar ancaman Fir’aun tersebut. Tentu saja Masyitoh sangat takut dan khawatir. Namun hal itu juga ternyata tetap tak membuat Masyitoh goyah.

Air mata Masyitoh mengalir deras tatkala ia harus melihat anak sulungnya yang kesakitan menahan panasnya air mendidih di dalam tungku. Melihat hal itu, Fir’aun pun membujuk kembali Masyitoh agar berpikir ulang. Tapi pendiriannya malah semakin mantap untuk tetap teguh menjaga imannya sampai mati.

Dengan sigap Fir’aun meminta prajurit untuk memasukan anak Masyitoh yang kedua kedalam tungku. Belum kering air mata Masyitoh, kini hatinya remuk redam tersayat-sayat melihat kembali anaknya meregang nyawa dalam tungku.

Hati Masyitoh menjadi ragu. Dalam kebimbangan memikirkan tawaran Fir’aun sekali lagi, ia merasa iba pada bayi mungil dalam gendongannya. Anak itu masih menyusu, Masyitoh pun memikirkan ucapan Fir’aun sambil menangis.

Atas izin Allah, tiba-tiba anak bungsunya itu bisa berbicara. “Duhai Ibuku, janganlah kau ragu, masuklah! Sesungguhnya siksaan di dunia lebih ringan daripada siksa akhirat.”

Kaget bercampur gembira mendengan bayinya yang bisa berbicara, tanpa ragu ia memutuskan untuk mati di dalam tungku itu juga. Namun sebelum itu ia meminta satu permintaan terakhir pada Fir’aun.

Permintaannya sangat mudah yakni ia meminta untuk mengumpulkan tulangnya beserta tulang anak-anaknya dalam satu kain kafan. Permintaan tersebut dikabulkan oleh Fir’aun.

Tanpa ragu Masyitoh mantap masuk kedalam tungku panas tersebut sambil menggendong bayinya. Akhirnya, ia beserta anak-anaknya mati syahid dengan mengenggam iman yang indah.

Memaknai Pelajaran Dari Kisah Masyitoh

Masyitoh, wanita mulia penggenggam iman ini telah wafat. Namun, kisahnya tak lekang ditelan zaman. Bahkan setelah ribuan tahun sekalipun. Kisahnya begitu berharga untuk dipetik hikmahnya, hingga kini kisahnya banyak menginspirasi dan selalu terngiang di telinga orang-orang yang rindu menggenggam iman demi bertemu dengan Rabb-nya

Masyitoh telah memberi banyak inspirasi sekaligus motivasi untuk kita dalam mempertahankan iman. Ada sejumlah pelajaran yang dapat kita gali dari kisahnya, diantaranya adalah:

  • Sabar, kuat dan tegar dalam menghadapi berbagai cobaan kehidupan di dunia. Karena dunia hanyalah sementara, akhiratlah sumber kebahagiaan abadi yang sesungguhnya.
  • Teguh dalam pendirian yang baik. Itulah yang dilakukan Masyitoh beserta anak-anaknya. Rasullullah bersabda, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Dan masing-masing dari keduanya mendapatkan kebaikan.” (H.R Muslim)
  • Pentingnya menggenggam iman. Masyitoh sang penggenggam iman telah mencontohkan kepada kita bahwa sesungguhnya iman adalah senjata yang sangat ampuh untuk menjadikan kita dekat dengan Allah SWT. “Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.”(Q.S An-Nahl:16:128)